Tertekan Angin, Pesawat MAF Tergelincir di Ilaga Papua

Pesawat MAF PK MPS mendarat dengan keras di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sekitar pukul 08.20 WIT.

oleh Katharina Janur diperbarui 30 Mei 2017, 11:17 WIB
Pesawat MAF PK MPS mendarat dengan keras di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sekitar pukul 08.20 WIT. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Liputan6.com, Papua - Pesawat MAF PK MPS mendarat dengan keras di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sekitar pukul 08.20 WIT. Pesawat tersebut terbang dari Nabire menuju Ilaga.

Pesawat yang dipiloti Pieter Van Dijk ini membawa empat penumpang. Tiga orang di antaranya dewasa dan satu anak-anak.

"Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Semua penumpang sudah dievakuasi, namun pesawat masih berada di landasan dan  menunggu teknisi, agar pesawat bisa digeser dari landasan," kata Kepala Bandara Ilaga, Dani Joko, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (30/5/217).

Joko menjelaskan, saat pesawat tersebut ingin mendarat terjadi tekanan angin sehingga mengakibatkan pesawat langsung turun. Kemudian, saat ingin menambah tenaga untuk naik lagi, pesawat tersebut tidak bisa dan akhirnya tergelincir.

"Pesawat akhirnya undershoot di runway 25 dan mengalami patah landing gear," jelas Joko.

Saat kejadian, cuaca juga cerah dan angin tidak terlalu kencang. Namun, kecenderungan situasi berbahaya jika terbang ke Ilaga adalah jalan keluar dan masuk ke daerah itu harus melalui celah gunung pintu angin.

"Teknisi pesawat MAF sudah tiba dari Wamena dengan heli dan sedang proses evakuasi pesawat agar landasan dapat digunakan kembali," ungkap Joko.

Akibat kejadian ini, satu pesawat Action One jenis Grand Caravan batal mendarat di bandara tersebut.

Penerbangan menuju Bandara Ilaga selalu ditutup pada jam 12.00 WIT karena kondisi wilayah yang berangin dan terus berawan. Bandara tersebut juga hanya disinggahi pesawat berbadan kecil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya