Prediksi OPEC Kembali Pangkas Pasokan Bikin Harga Minyak Naik

Harga minyak terus merangkak naik usai muncul kabar jika OPEC akan memperpanjang kesepakatan pemotongan output.

oleh Nurmayanti diperbarui 23 Mei 2017, 06:00 WIB
Ilustrasi Harga Minyak

Liputan6.com, New York Harga minyak mentah dunia naik seiring tumbuhnya kepercayaan jika negara anggota OPEC setuju untuk memperpanjang pembatasan pasokan pada pertemuan pekan ini. Serta spekulasi bila pemotongan bisa mendorong harga ke tingkat tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Melansir laman Reuters, Selasa (23/5/2017), harga minyak berjangka Brent naik 26 sen, atau 0,5 persen, menjadi US$ 53,87 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni bertambah 40 sen atau 0,8 persen ke posisi US$ 50,73 per barel.

Harga minyak terus merangkak naik usai muncul kabar jika Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya seperti Rusia, akan memperpanjang kesepakatan pemotongan output, pada pertemuan mereka di 25 Mei ini.

Kesepakatan untuk memangkas pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) selama enam atau sembilan bulan ke depan. "Keputusan (untuk memperpanjang pemotongan) tampaknya hampir dilakukan," kata Bjarne Schieldrop, Analis Komoditas Utama SEB Markets.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih melakukan kunjungan ke Irak pada Senin,  sebagai upaya terbaru produsen minyak tersebut untuk meyakinkan sesama anggota OPEC terkait perpanjangan pemotongan pasokan hingga sembilan bulan, guna meringankan kekenyangan stok keseluruhan dan menopang harga.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengaku melihat sebuah konsensus yang berkembang antara anggota kelompok serta produsen non-OPEC terkait perpanjangan pemangkasan output.

Namun, bila kesepakatan ini tidak disetujui dinilai akan menimbulkan kekecewaan, kata analis Commerzbank. "Jika pemotongan diperpanjang, ini mungkin akan menjadi penerimaan yang baik, tapi jika tidak menjadi kekecewaan," sebut Commerzbank dalam sebuah catatan.

Beberapa analis berpendapat langkah pemotongan diwajibkan untuk menyeimbangkan pasar. Namun di sisi lain, pemotongan merangsang perusahaan energi AS meningkatkan produksi shale miliknya.

Produksi minyak AS telah naik sebesar 10 persen, atau 900 ribu barel per hari  sejak pertengahan 2016.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya