1.300 Judul Buku untuk Anak SD Banjiri Sentani, Papua

Semua kalangan harus bisa mendapatkan akses ke sumber buku, termasuk para siswa SD di Sentani, Papua.

oleh Akbar Muhibar diperbarui 10 Mei 2017, 09:30 WIB
Buku menjadi jendela dunia dan sumber buku yang harus didapatkan oleh semua kalangan. Termasuk anak SD di Sentani, Papua. (Foto : Taman Bacaan Pelangi)

Liputan6.com, Jakarta Buku adalah jendela dunia. Semua kalangan harus bisa mendapatkan akses ke sumber buku. Hal inilah yang coba diusahakan oleh Taman Bacaan Pelangi yang menyalurkan lebih dari 1.300 judul buku yang diberikan oleh berbagai pihak di SD YPK Kanda dan SDI Harapan, Sentani, Papua, Sabtu (6/5/2017).

“Kami senang dapat memperkenalkan konsep perpustakaan ramah anak kepada pelaku pendidikan di Sentani, Papua. Semoga kedua perpustakaan ini dapat membawa perubahan positif dan menginspirasi anak-anak untuk berani bermimpi besar,” ujar Nila Tanzil, Pendiri Taman Bacaan Pelangi.

Masing-masing perpustakaan baru Taman Bacaan Pelangi ini memiliki lebih dari 1.300 judul buku untuk anak usia SD. Selain mendirikan perpustakaan anak, pelatihan tentang sistem manajemen perpustakaan dan berbagai kegiatan membaca pada para siswa juga diajarkan untuk sistem yang berkesinambungan agar perpustakaan tetap berjalan.

Buku yang diberikan adalah buku cerita, karena tujuan dari Taman Bacaan Pelangi adalah untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak yang tinggal di daerah pelosok di Indonesia Timur. Hingga 2017, sudah ada 57 perpustakaan anak yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur.

“Bagi kami, semua anak Indonesia berhak mendapatkan akses buku. Kami juga berterima kasih atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan, dan berharap semakin banyak anak di Indonesia Timur yang mendapatkan akses buku bacaan yang berkualitas” ujar Nila. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya