KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan RI Normal di Kuartal I 2017

Kondisi normal sistem keuangan diukur dari risiko industri perbankan yang terkendali, nilai tukar rupiah yang masih terjaga.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 27 Apr 2017, 16:00 WIB
Sri Mulyani dan Agus Marto saat memberikan keterangan usai rapat KSSK di Jakarta, Senin (24/10). Rapat rutin ini membahas assessment dan pengawasan, analisa dan respons dari sistem keuangan nasional atas ekonomi secara global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan jika kondisi sistem keuangan nasional pada kuartal I 2017 dalam kondisi normal. Ini mengacu pada hasil kajian KSSK.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, kesimpulan itu mengacu hasil pemantauan dan penilaian terhadap perkembangan moneter, fiskal, makroprudensial, sistem pembayaran, pasar modal, pasar Surat Berharga Negara (SBN), perbankan, lembaga keuangan non bank dan penjaminan simpanan.

"Kondisi tersebut ditopang antara lain oleh tingkat inflasi yang terjaga, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan yang mulai menunjukkan peningkatan," kata Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Selain itu kondisi normal sistem keuangan diukur dari risiko industri perbankan yang terkendali, nilai tukar rupiah yang masih terjaga. Kemudian kinerja Surat Berharga Negara yang berada dalam rentang normal dan penguatan pada pasar saham.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menambahkan dari sisi eksternal berbagai indikator juga mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini yang diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Ini tercermin dari mulai terbatasnya pengaruh kenaikan Fed Fund Rate dan mulai membaiknya harga komoditas di dunia. "Kemudian tercermin dari nilai tukar rupiah yang menunjukkan sentimen positif," tegas Agus.

Agus mencatat secara year to date (YTD), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meningkat sebesar 1,09 persen.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan jika likuiditas perbankan saat ini cukup kuat. Penguatan imbas dari program tax amnesty.

Konsolidasi perbankan yang dilakukan pada 2016 hingga pada awal 2017 sudah mulai menunjukkan kondisi stabil. Dengan demikian ekspansi bisnis bisa segera dilakukan perbankan.

"Makanya kita masih optimistis target kredit perbankan 9-12 persen itu bisa tercapai tahun ini," ujar dia.

Sedangkan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mencatat tidak ada perpindahan dana yang signifikan dari satu bank ke bank lainnya.

"Dan kami melihat perkembangan suku bunga simpanan ada penurunan meski penurunanya mulai melambat," tutup Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah. (Yas/nrm)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya