Bocah Ini Bangun dengan Piton 2,5 Meter Melilit Tangannya

Bocah perempuan berusia 9 tahun terkejut dan membeku ketakutan saat bangun dan menemukan piton sepanjang 2,5 meter melilit tangannya.

oleh Citra Dewi diperbarui 16 Apr 2017, 13:06 WIB
Ilustrasi Foto Ular Piton (iStockphoto)

Liputan6.com, Brisbane - Liburan paskah sebuah keluarga yang dirayakan dengan berkemah berakhir dengan teror saat seorang anak berusia sembilan tahun, Gabby Pettigrew, bangun di tenda dengan piton sepanjang 2,5 meter melilit tangannya.

Kekacauan pecah di Perkemahan Moreton Island, Queensland, pukul 5 pagi saat Gabby berteriak "tolong aku". Saking takutnya dengan reptil besar yang membebani tubuh mungilnya, Gabby membeku.

"Ketika seluruh keluarga menyadari apa yang sedang terjadi, mereka kemudian panik. Keluarga lain pun mendengar keributan itu. Ular itu begitu berat sehingga Gabby tak bisa bangun," ujar ayah Gabby, Simon Pettigrew, seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (16/4/2017).

"Ular itu benar-benar melilit di tangannya. Semakin kita mencoba melepaskannya, ular itu makin mencengkeram. Ular tersebut pun menancapkan gigi di lengannya."

"Ia pasti merasakan kesakitan yang teramat sangat. Aku tak yakin apa yang harus dilakukan jadi aku hanya meraih mulut ular dan menarik rahangnya. Akhirnya ular itu dapat terlepas dan kami membebaskannya," ujar Simon.

Penjaga pulau kemudian membawa Gabby dan ayahnya ke daratan dan merawatnya di Redcliffe Hospital. Keduanya menderita gigitan piton.

Keluarga Pettigrew kemudian memangkas waktu berkemah mereka dan kembali ke rumahnya di Brisbane atas insiden tersebut. Namun mereka mengaku tak kapok untuk berkemah lagi.

"Gabby sangat tangguh. Kami sering berkemah dan sangat menyadari bahwa kami berada di sarang ular. Namun hal ini tak seharusnya menunda orang untuk berkemah," kata Simon.

Diperkirakan terdapat 313 gigitan ular dari Januari hingga akhir Maret di Queensland, dengan rata-rata tiga orang per hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya