Reaksi Keluarga Mahasiswa Perbanas Tewas Bunuh Diri di Kampus

Kedua orangtuanya baru dapat melihat Frans di RSCM, Kamis 6 April 2017 dinihari.

oleh Fernando Purba diperbarui 07 Apr 2017, 07:45 WIB
Rumah keluarga mahasiswa Perbanas yang tewas bunuh diri

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga Frans Berton Martua, mahasiswa yang ditemukan tewas karena bunuh diri di kampusnya, sangat berduka melepas jenazah korban di Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Meski begitu, keluarga mengikhlaskan kepergian Frans.

"Kita tidak melakukan autopsi karena kita telah ikhlaskan," ucap tante korban, Bou Siregar, di rumah duka, Jalan Mushola Al Rochman, Jatibening, Kota Bekasi.

Ia menambahkan, keluarga tak melihat gelagat aneh sebelum Frans diketahui bunuh diri dari lantai 7 kampusnya itu. Keluarga, bahkan, sempat menerima telepon dari nomor ponsel korban. Namun di ujung suara, telepon itu mengaku sebagai teman kampus Frans.

"Waktu jam 10 malam, ibunya sempat  dapat telepon dari korban. Tapi saat diangkat, yang ngomong temennya. Kata temennya itu, ayahnya diminta datang karena Frans jatuh pingsan di kampus," jelas dia.

Saat tiba di kampus, sang ayah bercerita jika dirinya sempat dihalangi masuk ke dalam. Alasannya, Frans sudah tak bernyawa dan kondisinya cukup mengenaskan.

"Ayahnya lalu dikasih tahu, kalau anaknya jatuh dari gedung. Ia tidak boleh masuk. Bahkan, ayahnya sempat memohon ke pihak kampus, bagaimana pun, dia telah siap melihat putranya," jelas Bou Siregar.

Kedua orangtuanya baru dapat melihat Frans di RSCM, Kamis 6 April 2017 dinihari. Korban mengalami luka sangat serius di bagian kepala.

"Mata korban sebelah kiri sampai berwarna hijau, mungkin karana jatuh yang cukup parah," ucap Bou Siregar.

Hingga kini, ponsel milik korban tak diketahui keberadaannya. Nomor ponsel milik korban juga sudah tidak aktif.

"Iya, HP itu sekarang sudah hilang," kata dia.

Oleh karena itu, dia sempat menyangsikan mengapa keponakannya nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri loncat dari ketinggian 7 lantai. 

"Kalau ada HP itu, mungkin kita tahu komunikasi terakhir korban. Namun biarlah, apakah korban dijatuhkan oleh seseorang atau menjatuhkan diri, biar waktu yang menjawab. Kami sudah ikhlas. Kami percaya, Tuhan tidak diam," kata Bou Siregar.

Ia mengatakan, jika Frans memang memiliki banyak teman wanita. Namun kata dia, sejauh ini korban tak pernah bercerita soal kehidupan peribadinya.

"Kalau soal pacar-pacaran, paling biasa. Yah, namanya anak muda. Saya kira, bukan karena itu, karena dari dulu ia memang banyak bergaul," pungkas Bou Siregar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya