Ketika Industri Retail Bertemu dan Berkolaborasi Apik dengan Seni

Uniqlo seakan tak pernah letih untuk terus berkolaborasi. Kali ini Uniqlo ingin berbagi kisah kolaborasi apik dengan Museum of Modern Art.

oleh Telni Rusmitantri diperbarui 31 Mar 2017, 15:00 WIB
Uniqlo seakan tak pernah letih untuk terus berkolaborasi. Kali ini Uniqlo ingin berbagi kisah kolaborasi apik dengan Museum of Modern Art.

Liputan6.com, New York City Berkunjung ke Museum of Modern Art, di New York City menjadi salah satu kegiatan menarik yang dilakukan rombongan wartawan fashion dari 19 negara, Kamis (30/3/2017). Kegiatan ini bagian dari rangkaian ekshibisi Uniqlo Fall Winter collection 2017, yang digelar di kota Big Apple ini.

Sebagian besar orang mungkin bertanya mengapa museum? Apa hubungannya dengan fashion?

Dan, pertanyaan-pertanyaan itu dengan mudah terjawab. Sejak tahun 2014, kerjasama manis itu sudah terjalin. Ya, Uniqlo menjalin semacam kemitraan dengan Museum of Modern Art atau yang biasa disingkat MoMA.

Salah satunya tercermin dari koleksi UT T-Shirt Uniqlo bergambar desain hasil karya beragam seniman kondang, yang karya masterpiece-nya ada di MoMA. Sebut saja Andy Warhol.

koleksi UT T-Shirt Uniqlo bergambar desain hasil karya beragam seniman kondang, yang karya masterpiece-nya ada di MoMA.

Industri retail bertemu dengan dunia art atau seni dengan cara unik dalam sehelai T-Shirt. Tengoklah salah satu koleksi Spring Summer Uniqlo tahun 2017 bergambar sup kaleng yang juga menjadi salah satu signature karya Andy Warhol terkenal di dunia.

lukisan bergambar sup kaleng tersebut terpampang di MoMA, beruntung puluhan wartawan, termasuk tim liputan6.con yang datang berkunjung pada Kamis (30/3/2017) pagi waktu setempat dapat menyaksikannya secara langsung.

Dalam lukisan Andy Warhol bertajuk "Campbell's Soup Cans", yang ditorehkan olehnya pada tahun 1962 tersebut terdapat berbagai kemasan sup kaleng dengan berbagai rasa, seperti Chili Beef, Vegetable Bean, Chedar Cheese dan lain-lainnya. 

Saat berkunjung ke MoMA, para jurnalis dan tim Uniqlo tentu tak hanya menikmati lukisan karya Andy Warhol. "The Starry Night" milik Vincent van Gogh atau lukisan "Les Demoiselles d'Avignon" milik Pablo Picasso yang kondang itu juga sempat dinikmati. Para wartawan juga merasakan pengalaman unik dan seru dalm "Touch Tour".

Inilah sesi menyentuh sculpture di lantai 5 MoMA, yang menjadi program pendidikan museum untuk para penderita tuna netra. Program "Touch Tour" ini menjadi komitmen MoMA untuk menjadikan karya seni modern dan kontemporer bisa diakses dan dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk kaum disabilitas.

"Touch Tour" di Museum of Modern Art New York City

Semangat diversity itu pula yang selalu menjadi prinsip utama Uniqlo dalam menawarkan seluruh produknya ke seluruh dunia. Diversity juga menjadi ciri khas New York City. Ya, kota ini dihuni oleh beragam komunitas dari ragam etnis dunia, yang menciptakan gaya hidup mereka sendiri. Tak salah jika Uniqlo pun memilih tempat ekshibisi koleksi Fall Winter-nya tahun 2017 di New York City.

Telni Rusmitantri

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya