Sukses Berantas Maling Ikan, Menteri Susi Pamer ke Hollande

Menteri Susi Pudjiastuti menceritakan kesuksesan memberantas pencuri ikan membuat pasokan ikan nelayan di Indonesia meningkat.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 29 Mar 2017, 21:23 WIB
Menteri KKP, Susi Pudjiastuti memberi pernyataan terkait penyelamatan hiu paus dari pemanfaatan secara illegal, Jakarta, (27/5). Hasil operasi ditemukan hiu paus di keramba jaring apung PT Air Biru Maluku. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan hasil kerjanya dalam memberantas aksi pencurian ikan di hadapan Presiden Prancis Francois Hollande.

Selain menemui Presiden Jokowi, Presiden Hollande juga berkunjung ke Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada sore ini.

Dalam paparannya, Susi menceritakan kesuksesan memberantas pencuri ikan membuat  pasokan ikan nelayan di  Indonesia meningkat.

"Bapak Presiden (Francois) yang saya hormati 2 tahun pemberantasan illegal fishing membuat stok ikan dari perikanan tangkap Indonesia naik dari 6,5 juta ton menjadi 9,9 juta ton," kata dia di KKP, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Kesuksesan Indonesia memberantas pencuri ikan juga berdampak pada negara tetangga. Alhasil, Thailand yang dulu mengalami surplus kini mengalami defisit produk ikan.

"Telah menjadikan Thailand yang biasanya surplus sampai 15 persen GDP sekarang minus," kata dia.

Susi mengatakan, pemberantasan pencuri ikan turut menjaga lingkungan.

"Langkah-langkah Indonesia dalam  IUU Fishing menjadi best practise telah diikuti berbagai negara. Dan kita menginginkan dengan pemberantasan illegal fishing kita menjaga dalam climate change yang kita ketahui 70 persen dari planet kita adalah wilayah laut," ungkap dia.

Susi berharap, Indonesia dan Prancis dapat bekerjasama dalam menghabisi para pencuri ikan serta di bidang maritim lainnya.

"Saya berharap kerjasama maritim Indonesia Prancis ke depan secara konkret dapat dioperasionalkan, baik melalui pemberantasan IUUF bersama dengan sharing data, kemudian promosi investasi, dan pemasaran produk Indonesia serta bidang kerjasama maritim lainnya," tutup dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya