Investor Kabur, Konsorsium Baru Siap Akuisisi AC Milan

Yonghong Li memutuskan untuk membuat konsorisum baru dengan nama Fininvest untuk proses akuisisi AC Milan.

oleh Cakrayuri Nuralam diperbarui 27 Mar 2017, 20:10 WIB
Yonghong Li memutuskan untuk membuat konsorisum baru dengan nama Fininvest untuk proses akuisisi AC Milan. (AFP/ Miguel Medina)

Liputan6.com, Milan - Proses akuisisi AC Milan dari konsorsium Tiongkok tak kunjung usai. Tenggat waktu yang seharusnya diselesaikan pada Agustus 2016 terus mengalami pemunduran. Bahkan, terakhir dikabarkan, tenggat waktunya harus diselesaikan pada 14 April 2017.

Akuisisi AC Milan ini berada di bawah Konsorsium Tiongkok dengan nama Sino-Europe Sports (SES) yang berniat membeli saham hingga 99,93 persen dengan nilai 520 juta euro (Rp 7,2 triliun). Sejauh ini, SES baru menyerahkan uang sebesar 200 juta euro.

Namun, beberapa investor yang tergabung dalam SES pimpinan Yonghong Li memilih untuk membatalkan proyek akuisisi tersebut. Alhasil, Yonghong Li memutuskan untuk membuat konsorisum baru dengan nama Fininvest.

Fininvest ini bermarkas di Luksemburg. Konsorsium baru ini yang akan melunasi semua dana kekuarangan dari proses akuisisi AC Milan.

"Investor Tiongkok tetap berniat membeli AC Milan dengan struktur perusahaan yang baru untuk menyelesaikan proses akuisisi AC Milan," bunyi pernyataan resmi Rossoneri Sport Investment Lux, dikutip dari Inside World Football.

Rossoneri Sport Investment Lux juga menjelaskan, beberapa investor yang tergabung dengan Fininvest tidak berasal dari Tiongkok. "Entitas baru tetap dipimpin Yonghong Li."

"Setelah dianalisis secara mendalam, struktur baru ini benar-benar dari luar Tiongkok. Mereka ingin membantu transaksi akuisisi AC Milan hingga sukses," jelas Rossoneri Sport Investment Lux.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya