Gus Ipul Relakan Madura Berpisah dari Jawa Timur

Wacana pemekaran Madura menjadi provinsi terus bergulir.

oleh Mohamad Fahrul diperbarui 16 Mar 2017, 17:02 WIB
Pemprov Jatim mendukung Madura menjadi provinsi selama untuk kepentingan percepatan kesejahteraan masyarakat. (Liputan6.com/Mohamad Fahrul).

Liputan6.com, Pamekasan - Wacana pemekaran Pulau Madura menjadi provinsi sendiri didukung Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf. Selama pemekaran itu untuk percepatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Garam, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengawal dan rela Madura menjadi provinsi sendiri sesuai yang diinginkan masyarakat.

Wacana pemekaran Madura yang dari tahun ke tahun terus bergulir perlu ditindaklanjuti, seperti lewat diskusi yang dapat menghasilkan skenario pemekaran yang matang. Sebab, membentuk provinsi membutuhkan  proses cukup lama.

"Menurut saya bagus saja, tidak ada masalah gagasan itu. Jangankan provinsi, kabupaten juga boleh, kan di dalam skenarionya ada. Yang penting sekarang didiskusikan terukur, sehingga nanti kalau terwujud benar-benar mensejahterakan masyarakat," kata Syaifullah saat berkunjung ke Kabupaten Pamekasan, Rabu, 15 Maret 2017.

Wakil gubernur yang akrab disapa Gus Ipul itu mengakui pemekaran daerah bukan hal mudah seperti membalikkan telapak tangan. Banyak tahapan dan proses yang dilalui serta menelan waktu yang tak sedikit waktu.

"Tapi, pada dasarnya wacana itu baik-baik saja. Dan kemudian ditindaklanjuti dengan diskusi dan skenario. Menurut saya tidak ada masalah," kata Gus Ipul.

Gus Ipul sudah merelakan perpisahan Jawa Timur dengan Madura. Sebab, sekali lagi, pemekaran daerah harus didukung selama untuk menyejahterakan masyarakatnya.

"Kenapa tidak rela kalau itu menyangkut kesejahteraan rakyat? Jadi yang jelas tidak ada masalah dengan wacana Provinsi Madura. Ya kita kawal selama untuk kesejahteraan," kata Gus Ipul.

Dalam rangka itu, tutur Gus Ipul, diperlukan sejumlah modal guna menunjang daerah sebagai provinsi, di antaranya sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), infrastruktur, dan aspek-aspek lain.

"Tidak hanya SDM saja, tetapi SDA, setelah itu infrastruktur dan jumlah penduduknya. Lalu kemudian juga kekuatan fiskalnya, baru SDM," kata Gus Ipul.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya