Syarat RI Bisa Jadi Negara Ekonomi Raksasa ke-5 di Dunia

Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan didukung investasi.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 16 Mar 2017, 09:45 WIB
Lanskap gedung bertingkat terlihat dari kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (14/1). Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 dapat mencapai 5,3 persen. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga internasional ramai-ramai meramalkan Indonesia akan bercokol sebagai negara dengan perekonomian ke-5 terbesar di dunia pada 2030. Sementara Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut, posisi 5 besar tersebut bisa diraih Indonesia pada 2045 dengan pendapatan per kapita mendekati US$ 30 ribu.

Adalah PricewaterhouseCoopers (PwC), perusahaan penyedia jasa profesional terkemuka yang melakukan serangkaian analisa kekuatan ekonomi negara-negara dunia di masa depan, termasuk Indonesia. PwC menempatkan Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar ke-5 dunia dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 5,42 triliun.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo, mengungkapkan, bukan hal mustahil bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian. "Indonesia negara besar, sumber daya alam yang besar, dan berpotensi menjadi negara besar," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Kamis (16/3/2017).

Indonesia, Dody melanjutkan, harus terbebas dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Dengan masuk ke posisi 5 besar dunia dalam ukuran perekonomian, itu berarti Indonesia sudah keluar dari kungkungan atau jebakan tersebut.

"Beberapa institusi internasional menyebut Indonesia berpotensi jadi negara dengan perekonomian terbesar ke-5 apakah itu di 2030, atau 2035, asalkan bisa memenuhi 3 syarat. Kalau sudah jadi 5 besar dunia, kita keluar dari middle income trap," jelas Dody.

Dody menyebut, sebanyak 3 syarat itu, yakni pertama, meningkatkan produktivitas; kedua, sumber daya alam dan sumber daya manusia; serta ketiga, mampu meningkatkan kapital atau modal.

"Untuk keluar dari jebakan level kelas menengah yang berbahaya, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen sampai 7 persen. Kuncinya memacu investasi," ujar dia.

Dia menuturkan, Indonesia sangat mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari investasi dengan dukungan kondisi makro ekonomi yang stabil, di antaranya inflasi yang terjaga dan defisit transaksi berjalan yang semakin menyempit.

"Semakin PDB naik, kita bisa mendorong pertumbuhan tanpa adanya gejala pemanasan ekonomi seperti yang terjadi di 1997-1998. Jadi kuncinya ada di investasi," kata Dody.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya