Ekspor Mobil ke Arab Saudi dan Filipina Naik di Februari 2017

Total nilai ekspor mobil Indonesia ‎pada bulan Februari sebesar US$ 535,4 juta us.

oleh Septian Deny diperbarui 15 Mar 2017, 14:43 WIB
Pekerja menyelesaikan proses pembuatan mobil Toyota Fortuner dan Innova di TMMIN Karawang Plant 1, Jawa Barat, Kamis (23/2). Ekspor kendaraan roda empat diprediksi tumbuh sebesar tujuh persen di sepanjang 2017. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta ‎Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kendaraan roda empat ke Arab Saudi dan Filipina pada Februari 2017 mengalami kenaikan. Total nilai ekspor mobil Indonesia ‎pada bulan tersebut sebesar US$ 535,4 juta us.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, pada Janu‎ari 2017 ekspor mobil ke Filipina sekitar US$ 45 juta. Sedangkan pada Februari menjadi sebesar US$ 53 juta.

"Mobil dari berbagai jenis, seperti MPV (Multi Purpose Vehicle), Filipina sebesar US$ 53 juta, sebelumnya sekitar US$ 45 juta," ujar dia di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Hal yang sama juga di alami pada ekspor mobil ke Arab Saudi. Namun sayangnya Indonesia belum mampu memaksimalkan ekspor komoditas lain ke negara di kawasan Timur Tengah tersebut.

"‎Kemudian di Saudi Arabia ekspor terbesar ke sana hampir U$ 10 juta-US$ 20 juta terbesar. Tapi komoditas yang menunjang haji, kita belum banyak ke sana, seperti buah-buahan dan produk pertanian belum ke sana. Buah di Timur Tengah dikuasai Mesir seperti jeruk, pisang, itu banyak ke sana," kata dia.

Sementara secara total, nilai ekspor kendaraan dan bagiannya pada ‎Februari 2017 mengalami kenaikan 28,3 juta atau 5,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Januari 2017, ekspor ‎kendaraan tercatat US$ 507,1 juta, sedangkan di Februari sebesar US$ 535,4 juta.

‎"Umumnya gitu (dalam bentuk utuh atau completely built unit/CBU). Kan kalau di Indonesia dilarang-larang, tapi kalo yang lain bentuk jadi," tandas dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya