Tradisi Bagi-bagi Sepeda Jokowi Digandrungi Artis hingga Warga

Usai acara, sepeda hadiah Jokowi sudah menunggu di pelataran Istana Negara untuk Raisa.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 10 Mar 2017, 19:45 WIB
Presiden Jokowi dan Raisa

Liputan6.com, Jakarta Ada saja cara Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satu cara yang kini dijadikan tradisi adalah bagi-bagi sepeda.

Tradisi ini dimulai saat Jokowi berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Agenda resmi dalam kunjungan kerja ini berupa pembagian makanan tambahan, Kartu Indonesia Pintar, atau bantuan sosial lainnya.

Acara ini biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka. Jokowi bisa leluasa bersalaman langsung dengan warga. Jarak tempat Jokowi duduk dengan kumpulan warga pun tak lebih dari 5 meter.

Setelah membagikan bantuan kepada warga, bapak 3 anak ini lalu meminta beberapa warga maju ke depan ke dekatnya berdiri. Bisa ibu-ibu atau siswa sekolah yang hadir dalam acara itu.

Kepada mereka, Presiden Jokowi memberikan sepeda. Paling sedikit, setiap acara Jokowi membagikan tiga sepeda kepada warga. Namun, sepeda tak diberikan begitu saja. Syaratnya, warga yang maju harus bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Jokowi.

Pertanyaan yang diajukan tak jauh dari segala hal tentang Indonesia. Menyebutkan nama suku, provinsi, menteri, sayuran, buah-buahan, ikan, lagu daerah, atau Pancasila.

Dari kuis ini, banyak peristiwa menarik yang terjadi. Warga biasanya gugup berada di samping Jokowi dan dilihat langsung oleh banyak orang. Akibatnya, jawaban yang disampaikan pun melenceng dari yang seharusnya.

Seperti santri yang salah menyebut nama menteri. Sang santri malah menyebut Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Ahok. Atau yang tak kalah seru, insiden ikan tongkol yang terjadi saat Jokowi membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus untuk siswa yatim piatu di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Video kedua peristiwa itu beredar dengan cepat di media sosial. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya kedua video itu viral di media sosial.

"Kalau di daerah grogi apa sampai groginya entah anak-anak ibu-ibu, nama ikan jadi apa ke mana-mana. Ada lagi nama suku hampir bener sudah nyebut suku Sasak, Minang, Batak saking cepetnya suku suku suku belakangnya salah," kata Jokowi.

Sepeda untuk Artis

Rupanya, tradisi ini tidak hanya ditunggu oleh warga. Para artis rupanya juga sudah menunggu ditanya untuk mendapat hadiah spesial dari Jokowi.

Pembawa acara kondang Choky Sitohang, artis yang beruntung mendapat sepeda dari Jokowi. Itu pun dilakukannya di sela acara penutupan Tax Amnesty di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, 28 Februari 2017.

Saat itu, Jokowi memberikan arahan dalam acara tersebut. Choky memberanikan diri menyela sambutan Jokowi dan menyatakan tertarik mendapatkan sepeda Jokowi.

Keinginan itu diwujudkan Presiden. Tapi tentu harus menjawab pertanyaan lebih dulu. Dan, lagi-lagi pertanyaan yang diajukan menyebutkan nama ikan.

"Kalau bisa jawab pertanyaaan jangan nama-nama ikan, saya takut salah sebut," kata Choky.

Akhirnya, Choky menyebutkan teri, hiu, paus, bandeng, ikan kembung, dan ikan belida. Jokowi rupanya merasa aman karena insiden ikan tongkol tak terulang lagi.

"Saya kira yang terakhir ikan tongkol. Nanti sepedanya ambil di Istana," ucap Jokowi.

Yang tak kalah heboh, permintaan sepeda yang diajukan oleh penyanyi Raisa, Kamis kemarin. Raisa hadir pada peringatan Hari Musik Nasional di Istana Negara, Jakarta. Jokowi secara khusus meminta Raisa untuk maju.

Berbeda dengan Choky, Raisa tidak diminta menjawab pertanyaan. Raisa hanya diminta untuk bernyanyi sebuah lagu apa saja.

"Jadi, sepeda enggak? Saya rasa dari tadi yang maju trend-nya minta sepeda Pak," tagih Raisa.

Usai acara, sepeda hadiah Jokowi sudah menunggu di pelataran Istana Negara. Seorang pegawai Istana membawa sepeda itu dari dalam Istana menuju keluar. Raisa berteriak ketika melihat sepedanya sampai.

Sebelumnya, Choky yang sudah lebih dulu dijanjikan sepeda oleh Jokowi baru bisa mengambil sepedanya Kamis kemarin. Choky sempat berkeliling di kawasan Istana sambil mencoba sepeda barunya itu.

Jokowi mengatakan, sebenarnya tak ada yang berbeda antara sepeda yang diberikannya dengan sepeda yang dijual di pasaran. Yang membedakan hanya tulisan pada sepeda itu.

"Sebetulnya sepeda di situ kita beri tulisan 'hadiah Presiden Jokowi' sepedanya biasa, mungkin tulisannya yang pada seneng," pungkas Jokowi.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya