Malaysia Panggil Pulang Dubesnya dari Korea Utara, Ada Apa?

Malaysia memutuskan memanggil pulang Dubesnya dari Korea Utara, selain itu mereka memanggil Dubes Korut di negaranya untik minta penjelasan.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 20 Feb 2017, 12:20 WIB
Kim Jong-nam berjalan ke klinik di KLIA. (Video Grab KLIA)

Liputan6.com, Pyongyang - Kementerian Luar Negeri Malaysia memanggil pulang Duta Besar Korea Utara untuk negara tersebut. Pemanggilan ditujukan untuk meminta keterangan terkait komentar yang dibuat perwakilan pemerintah Korut soal tuduhan bahwa aparat keamanan Negeri Jiran mengatur investagasi kematian Kim Jong-nam.

Kim Jong-nam merupakan kakak dari Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un. Ia tewas akibat diracun di Bandara Udara Internasional Kuala Lumpur.

"Dia harus menjelaskan tuduhannya terkait pernyataan yang disampaikan kepada pemerintah Malaysia pada Konferensi Pers 17 Febuari lalu," sebut keterangan Kemlu Malaysia seperti dikutip dari Astro, Senin (20/2/2017).

"Dalam konferensi pers, Duta Besar Korea Utara, Kang Chol, menyampaikan sindiran bahwa pemerintah Malaysia menyembunyikan sesuatu," kata pernyataan pers tersebut.

Bukan cuma itu, dalam konpres tersebut, Kang juga mengatakan Malaysia sudah berkolusi dan telah memainkan peran sebagai penegak hukum internasional.

Selain itu, pemerintah Malaysia memutuskan untuk memanggil dubes-nya dari Pyongyang. Pemanggilan ditujukan untuk melakukan konsultasi.

Kematian Kim Jong-nam dikonfirmasi Kepolisian Malaysia pada 15 Februari 2017. Pria tersebut tewas di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur. 

Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Wilayah Selangor, Asisten Komandan Senior Polisi Fadzil Ahmat mengatakan, kejadian berlangsung pada pukul 21.00, pada Senin, 13 Februari 2017.

Saat itu, Jong-nam tengah menunggu pesawat yang akan berangkat ke Macau. Burung besi tersebut dijadwalkan lepas landas pada pukul 22.00.

"Awalnya, dia terlihat bertanya kepada petugas keberangkatan bandara bahwa ada seseorang merangkulnya dari belakang dan menyemprotkan cairan ke wajahnya," sebut Ahmat seperti dikutip dari The Star.

Setelah menyemprotkan cairan, Kepolisian Malaysia mengatakan, kedua pelaku langsung kabur.

"Ia meminta tolong kepada resepsionis bandara. Mereka lalu mengantar dia ke klinik yang berada di bandara," sambungnya.

Di tempat tersebut, Jong-nam mengaku pusing. Tak cuma itu, putra Kim Jong-il ini pun sempat kejang-kejang.

"Dia dibawa menggunakan tandu dan dilarikan langsung ke rumah sakit di Putrajaya. Di tempat tersebut dirinya diumumkan telah meninggal dunia," ucapnya.

"Kami akan melakukan penyelidikan mendalam terkait hal-hal yang terjadi," tukas Ahmat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya