Kunjungi Iran Minggu Depan, Pemerintah Minta Diskon Harga Minyak

Iran berpotensi memasok minyak mentah (crude oil) ke Indonesia dalam jumlah besar dan jangka panjang.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 16 Feb 2017, 20:30 WIB
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Hassan Rouhani saat tiba di Istana Saadabad, Rabu (14/12). Dalam kunjungannya, Jokowi juga menghadiri jamuan makan siang. (AFP Photo/Atta Kenare)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan kembali terbang ke Iran untuk menindaklanjuti pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Desember 2016. Lawatan pemerintah ke Iran akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja.

"Presiden tidak ikut, cuma sama Pak Menko (Perekonomian) dan beberapa menteri terkait. Kunjungan ke Iran minggu depan," kata Wiratmaja saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Dalam kunjungan tersebut, diakui Wiratmaja, pemerintah Indonesia akan meminta Iran berinvestasi menggarap proyek kilang minyak di Indonesia. Untuk diketahui, Iran tertarik bekerja sama dengan Pertamina dalam revitalisasi Kilang Balongan di Jawa Barat.

"Kita akan undang Iran investasi kilang minyak di Indonesia," ujarnya.

Selain kilang, dia menambahkan, Iran juga berpotensi memasok minyak mentah (crude oil) ke Indonesia dalam jumlah besar dan jangka panjang dengan harga relatif lebih murah.

"Potensi Iran memasok crude sangat bagus untuk jangka panjang dengan harga relatif murah. Kita dorong Pertamina di hulu migas," jelas Wiratmaja.

Pemerintah akan merayu supaya Iran memberi diskon untuk pembelian minyak mentah. Diskon serupa pernah diberikan Iran untuk komitmen impor elpiji dari Iran.

"Elpiji kan sudah diberikan diskon oleh mereka lumayan menarik, semoga crude juga begitu. Kita kan punya hubungan baik dan dekat, jadi kita berharap bisa dapat diskon lumayan. Tapi kita tidak bisa sampaikan, karena ini kan bisnis Pertamina," ujar dia.

Nantinya, Wiratmaja bilang, impor minyak mentah dari Iran itu untuk memasok kebutuhan kilang Balongan dan kilang Cilacap. "Untuk kilang Balongan, bisa juga Cilacap. Kita minta light crude, jadi bisa diolah di beberapa tempat," dia menuturkan. (Fik/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya