Rating Indonesia Naik Bisa Picu Pertumbuhan Ekonomi 2017

Hasil laporan Moody's bisa menjadi modal Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 10 Feb 2017, 12:58 WIB

Liputan6.com, Jakarta Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service (Moody’s) memperbaiki outlook sovereign credit rating Republik Indonesia dari stabil menjadi positif. Sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade).

Pengamat Ekonomi dari Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita menilai hasil laporan Moody's tersebut bisa menjadi modal Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Pertumbuhan kita ini kan paling besar disokong oleh konsumsi, dengan rating itu maka investasi yang masuk akan lebih banyak, sehingga daya beli masyarakat juga akan meningkat," kata Ronny saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (10/2/2017).

Ronny menilai yang akan merespons lebih banyak dalam hal ini adalah investasi swasta asing, baik dari FDI ataupun hanya sekedar hot money.

Tahun lalu, dikatakannya, investasi swasta asing ini masih sangat minim. hal itu terbukti dengan pertumbuhan ekonomi selama 2016 sebesar 56 persen masih bergantung pada laju konsumsi masyarakat.

Semakin banyak investasi yang masuk, maka akan membantu mewujudkan misi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran.

"Karena akan mengarah kepada pembukaan lapangan kerja baru dan tentu akan ikut membantu memperbaiki daya beli," papar pria yang juga sebagai Staf Ahli Ekonomi di Komite Ekonomil dan Industri Nasional (KEIN) itu.

Sebelumnya, menanggapi laporan peringkat Moody's tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus memperbaiki di segala bidang. Misalnya, dari sisi penerimaan negara.

"Pokoknya kita usahakan terus-menerus perbaikan seperti saya bilang letaknya di mana, yang dijadikan fokus sumber resiko. Ya akan kita lihat kalau selama ini dilihatnya dari APBN dari sisi penerimaan, ya akan kita terus lakukan‎ penguatan dari sektor penerimaan perpajakan," kata dia.

Dia mengatakan, pemerintah juga akan memperbaiki berbagai hal menyangkut pertumbuhan ekonomi. "Kalau ada risiko pertumbuhan ekonomi kita akan lihat dari sisi nya. Kalau dari sisi harga komoditas, di mana risiko itu akan pengaruhi sisi ekonomi," ujar dia.

Sri menuturkan, pada dasarnya pemerintah memperhatikan penyematan peringkat tersebut. Pemerintah juga menggali informasi atas dasar penilaian itu.

untuk diketahui, Moody's memperbaiki outlook sovereign credit rating Republik Indonesia dari stabil menjadi positif. Sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade) pada 8 Februari 2017.

Moody’s menyatakan terdapat dua faktor kunci yang mendukung perbaikan outlook sovereign credit rating Indonesia. Pertama, penurunan kerentanan sektor eksternal yang diperkirakan terus berlanjut sebagai dampak dari kebijakan otoritas. Kedua, perbaikan kelembagaan melalui peningkatan efektivitas kebijakan. (Yas/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya