Foto Gadis Cantik dengan Wajah Babak Belur Picu Geger di China

Foto-foto tersebut disebarkan oleh wanita bermarga Dong yang menjadi korban penganiayaan belasan pria mabuk di Provinsi Yunnan, China.

oleh Maria Flora diperbarui 31 Jan 2017, 12:20 WIB
Foto-foto tersebut disebarkan oleh wanita bermarga Dong yang menjadi korban penganiayaan belasan pria mabuk di Provinsi Yunnan, China

Liputan6.com, China - Belum lama netizen negeri tirai bambu dihebohkan dengan kemunculan beberapa foto seorang perempuan yang babak belur di media sosial Weibo. Wajahnya bengkak berlumuran darah dengan sepasang mata lebam, dan banyak luka jahitan di sekitar hidung.

Seperti dilansir dari Shanghaiist.com, Senin (30/1/2017), foto-foto tersebut diketahui disebarkan oleh seorang wanita bermarga Dong. Ia menjadi korban penganiayaan belasan pria mabuk saat tengah mengunjungi Kota Lijiang di Provinsi Yunnan, China, pada November 2016.

Lewat media sosialnya Dong menceritakan bagaimana awal mula penganiayaan itu terjadi. Kala itu ia dan seorang temannya sedang berada di sebuah toko barbeque. Tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, belasan pria mabuk langsung menyerang mereka.

Saat insiden tersebut, kepala Dong dipukul dengan botol bir, sebelum dirinya diseret keluar jalan dan si penyerang mengiris wajahnya dengan sisa pecahan botol.

"Kami ingin membuat wajahmu cacat seumur hiudp," kata salah satu penyerang.

Pria lainnya lalu mengambil kamera Dong dan mengabadikan peristiwa tersebut. Ia paksa kami untuk menceritakan kejadian tersebut kepada polisi sebagai sebuah kecelakaan dan berkata bahwa mereka punya koneksi orang kuat di kota itu.

"Tak ada satu pun orang yang membantu kami saat penyerangan itu terjadi. Polisi sepertinya juga enggan untuk menyelidiki kasus ini," kata wanita bermarga Dong tersebut.

Curahan hati Dong di media sosial dengan cepat menyita banyak perhatian semua pihak. Netizen pun mengutuk kurangnya tindak tegas polisi pada pelaku penyerangan.

Setelah postingan Dong viral di media sosial, sebulan kemudian Biro Keamanan Lijiang mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menangkap enam tersangka utama. Dua orang tersangkan bekerja di bar, satu orang bekerja sebagai staf sales di sebuah perusahaan, ball boy di lapangan golf, dan dua lainnya pengangguran.

Respons polisi yang dinilai lamban banyak menuai kritikan dari para pengguna Weibo. Mereka menganggap pihak kepolisian inkompetensi, korupsi, dan berusaha untuk menutupi sebuah kejahatan.

Terlebih saat polisi menyatakan bawah turis wanita yang menjadi korban penyerangan hanya menderita luka ringan.

 

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya