Aneh, Bocah dengan Penampakan Dua Buah Wajah

Seorang anak di provinsi Hunan, China selatan, lahir dengan keadaan yang langka.

oleh Liputan6 diperbarui 14 Jan 2017, 11:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Kelainan genetis pada manusia bisa mengakibatkan seseorang mempunyai perbedaan fisik yang signifikan terhadap manusia normal lainnya. Selayaknya setiap orang ingin mempunyai wajah yang normal, namun hal itu tidak terjadi pada anak yang malang satu ini.

Seorang anak di provinsi Hunan, China selatan, lahir dengan keadaan yang langka. Ia menderita kelainan yang menyebabkan wajahnya terlihat seperti sumbing yang melintang parah, dari kuping kanan melewati mulut hingga kuping sebelah kiri.

Dilansir dailymail.co.uk.com, anak yang bernama Huikang itu terlihat memiliki dua wajah akibat kelainan yang dialaminya. Bahkan, media setempat memanggilnya dengan julukan topeng anak selama tujuh tahun terakhir.

Huikang lahir pada 4 Maret 2009 dari keluarga petani yang sederhana di kota Xiangtan. Menurut media setempat, pada awalnya dokter yang menangani persalinan menghindar saat diminta untuk memperlihatkan bayi yang baru dilahirkan itu. Namun ibu dari Hiukang yang bernama Yi Lianxi, terus menerus meminta kepada dokter untuk melihat anaknya. Tak tega, dokter pun membawa bayi itu kehadapannya.

“Aku melihat anak itu menangis, dan aku juga ikut menangis. Saya merasa hati saya sudah rusak, mengapa hal itu terjadi padaku”. Katanya kepada media setempat. Wanita itu juga mengatakan, ia telah menjalani tiga scan Ultrasonic dan sekali USG Dopller selama kehamilannya. Hasilnya tidak adanya deformasi yang terdeteksi.

Wang Duquan seorang dokter dari rumah sakit mengatakan kepada wartawan media setempat, saat itu kondisi Huikang ini sangat langka dan sangat serius. Ia juga mengatakan, tidak hanya jaringan lunak nya yang rusak dan pindah, tulang temporal, tulang pipi, tulang sphenoid dan rahang atas semua juga mengalami kerusakan.

Dengan sumbangan dari masyarakat, keluarga anak itu mampu membayar operasi bedah untuk Huikang yang akan dilakukan pada tahun 2010 dengan total biaya 400.000 yuan atau setara dengan Rp. 769 Juta.

Pada tanggal 19 mei dan 1 September kedua operasi itu dilakukan di Rumah Sakit Militer China. Dr Duquan yang memimpin jalannya operasi itu mengatakan kepada media setempat bahwa kedua operasi itu berjalan dengan baik. Saat ini kondisinya jauh lebih baik, dibanding saat sebelum ia melakukan operasi.

Penulis :

Toni Wijaya Universitas Bung Karno

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya