Tak Hanya Panglima TNI, Wali Kota Makassar Juga Jadi Korban Hoax

Banyak akun Facebook yang menggunakan nama Wali Kota Makassar, termasuk yang mengajak berunjuk rasa.

oleh Eka Hakim diperbarui 13 Jan 2017, 08:01 WIB
Wali Kota Makassar mengingatkan bentrokan maut antara polisi dan Satpol PP merupakan ajang introspeksi diri. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar - Tak hanya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi yang menjadi korban hoax. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto juga bernasib sama.

Sejumlah akun Facebook palsu yang mengatasnamakan dirinya beredar di dunia maya. Bahkan terakhir akun palsu yang menggunakan nama pribadinya 'Romdhan Pomanto' itu sempat menyebarkan unggahan tidak benar bernada ajakan untuk berunjuk rasa ke PLN menyikapi isu mati lampu yang belakangan menimpa kota daeng.

Kabag Humas Sekretariat Pemkot Makassar, Firman H. Pagarra, menegaskan bahwa akun facebook Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto hanya satu akun yang bernama 'Danny Pomanto' dan ada centang berwarna birunya pada akhir nama.

"Akun asli beliau cuma itu saja, yakni bentuknya fanpage," kata Firman kepada Liputan6.com, Kamis, 12 Januari 2017.

Mengenai adanya akun Facebook yang mengatasnamakan 'Ramdhan Pomanto' dengan tegas Firman katakan itu akun palsu.

"Jadi, soal adanya ajakan wali kota kepada masyarakat untuk melakukan unjuk rasa menuntut pihak PLN melalui akun Facebook bermana Ramdhan Pomanto adalah tidak benar. Itu akun palsu," ujar Firman.

Firman sendiri mengakui telah melaporkan beberapa akun palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Makassar yang di antaranya telah mengunggah status ajakan unjuk rasa ke PLN. Unggahan hoax itu menuai banyak komentar-komentar fitnah dan memojokkan pribadi Wali Kota Makassar.

"Saya sudah laporkan ke beliau soal akun hoax tersebut dan kami tinggal tunggu intruksi beliau apakah kemudian ditindaklanjuti ke proses hukum atau dilaporkan ke polisi," ujar Firman.

Selama menjabat jadi Wali Kota Makassar, pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu memang sangat akrab dengan media sosial. Tujuannya agar dekat dengan masyarakat dan dapat berkomunikasi langsung.

Media sosial juga digunakan Danny untuk menyosialisasikan kegiatan pemerintah kota Makassar agar bisa diketahui langsung oleh warga. Akun media sosial yang dimiliki Danny selain di Facebook juga ada di Twitter, Path, dan Whatsapp.

"Silahkan masyarakat berperan aktif memberi masukan dan kritikan yang dapat membangun melalui akun medsos resmi yang dimiliki beliau," ucap Firman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya