CEO Qualcomm: 5G Adalah Kunci Masa Depan

CEO Qualcomm Stephen Mollenkopf mengungkapkan bahwa teknologi mobile generasi kelima tersebut merupakan kunci di masa depan.

oleh Corry Anestia diperbarui 08 Jan 2017, 07:00 WIB

Liputan6.com, Las Vegas - Salah satu hal yang tak luput dari perhatian Qualcomm adalah teknologi 5G yang juga bakal dimampukan lewat kehadiran chip terbarunya, yakni Snapdragon 835.

Dalam sesi 5G Keynote di Consumer Electronic Show di Las Vegas yang turut dihadiri Tekno Liputan6.com, Jumat (6/1/2017) waktu setempat, CEO Qualcomm Stephen Mollenkopf mengungkapkan bahwa teknologi mobile generasi kelima tersebut merupakan kunci di masa depan. 

"5G bukan hanya soal menghadirkan kecepatan tinggi. Teknologi ini akan mengubah kehidupan banyak orang dalam berbagai hal," ujar Mollenkopf.

Menurutnya, banyak pihak menganggap 5G hanya sebatas perulangan dari 3G dan 4G, tetapi dengan sejumlah fitur yang lebih advanced dari teknologi pendahulunya.

Saat ini, beberapa negara telah siap memasuki era 5G, seperti Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Sementara kebanyakan negara berkembang di kawasan Asia masih mengadopsi teknologi 3G dan 4G.

"Teknologi ini dapat merangkul lebih banyak ragam perangkat berbeda yang lebih kompleks dan akan memberikan keuntungan bagi perekenomoian dan kehidupan masyarakat," paparnya.

Lewat kehadiran Snapdragon 835, kata Mollenkopf, pihaknya berupaya menghadirkan gambaran masa depan, di mana konektivitas mobile tak terbatas pada layanan streaming berkecepatan tinggi.

Snapdragon 835 dapat menjadi otak untuk menjalakan perangkat mobile, Virtual Reality (VR) hingga perangkat berbasis Internet of Things (IoT).

(Cas/Why)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya