BI: Kenaikan Suku Bunga The Fed Sesuai Proyeksi

BI memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sebanyak satu kali pada tahun ini.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 15 Des 2016, 20:36 WIB
BI memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sebanyak satu kali pada tahun ini.

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) sesuai perkiraan. The Fed menaikan suku bunga 0,25 basis poin menjadi 0,5-0,75 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan, BI memperkirakan kenaikan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun ini.

"Pertama mungkin saya berangkat dari global memang kita tahu bahwa di pagi hari, The Fed sudah memutuskan naik Fed Fund Rate (FFR) 25 basis poin. Dan ini sudah kita perkirakan jauh-jauh hari. BI sudah memperkirakan kenaikan hanya sekali di 2016," kata dia di Gedung BI Jakarta, Kamis (15/12/2016).

BI tetap mewaspadai proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di AS. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan dua persen pada tahun 2017. Namun, itu dikoreksi menjadi lebih tinggi sebanyak 2,1 persen. Ada kecenderungan, proyeksi ini memasukan kebijakan fiskal yang dilakukan oleh presiden terpilih AS Donald Trump.

"Memang 2017 AS lebih baik kalau kita lihat ada beberapa anggota FOMC kemungkinan fiskal pemerintah baru ke dalam proyeksinya. Ini menyebabkan proyeksinya lebih baik dalam sebelumnya," jelas dia.

Hal ini kemudian berdampak pada kebijakan yang lebih agresif di mana The Fed kemungkinan menaikan suku bunga sebanyak tiga kali tahun depan.

"Dari kenaikan FFR 2017 naik dari dua kali sekarang tiga kali. Karena ada sebagian yang sudah menyiapkan, sudah memasukan kemungkinan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif mendorong inflasi yang kemudian perlu direpons kebijakan moneter yang lebih agresif," jelas dia.

Namun, hal tersebut masih belum pasti. Pasalnya, itu hanya sebagian dari anggota FOMC yang memasukan kebijakan fiskal Donald Trump dalam proyeksi ekonomi AS.

"Kemarin kita prediksi kenaikan dua kali di 2017. Kami akan me-reassessment apakah tetap dua kali atau tiga kali karena masih penuh ketidakpastian," tandas dia. (Amd/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya