Linting Kreatif Karya Seni Liping

Seni liping itu menggunakan bahan makanan sehari-hari.

oleh Panji Prayitno diperbarui 05 Nov 2016, 16:15 WIB
Seni liping itu menggunakan bahan makanan sehari-hari. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Apa jadinya jika tepung tapioka dan tepung beras ada di tangan seniman? Jawabannya bisa jadi seni liping. Seni rupa yang berwujud patung berkarakter itu kini mulai marak di Kabupaten Kuningan.

"Campuran tepung beras dan tapioka dan lem ini namanya clay. Saya membuat clay menjadi patung karakter," kata salah seorang seniman Sanggar Daun Kuningan, Hendir Ardian, Selasa, 1 November 2016.

Dia menjelaskan, seni Liping diambil dari kata Bahasa Inggris, life yang berarti kehidupan. Mengingat wilayah Kuningan erat dengan kehidupan pertanian, objek karya seni yang dibuat tak jauh dari ragam keseharian para petani.

Clay berbahan dasar tepung itu disulap menjadi patung tanpa membutuhkan cetakan. Kata kuncinya adalah pada kemampuan melinting adonan dan menempelkannya pada rangka kabel besi.

"Adonan tepung bercampur lem tersebut diaduk dan dibuatnya tanpa harus membuat cetakan terlebih dahulu dan saya buat dengan tangan sendiri jadi hasilnya satu patung berbeda tidak ada yang sama," ujar Hendri.

Patung karakter yang dibuat Hendri dijual mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Tergantung dari karakter patung dan tingkat kesulitan saat membuat patung.

"Sehari bisa sampai 20 patung. Saya bikin patung ini melihat keseharian petani kemudian dibuat sketsanya dan langsung dibentuk," ujar dia. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya