Indosat Ooredoo Umumkan 34 Pemenang IWIC 10

Indosat Ooredoo kembali melahirkan anak muda berbakat dI bidang aplikasi mobile melalui Indosat Oordeo Wireless Innovation Contest (IWIC).

oleh Andina Librianty diperbarui 02 Nov 2016, 14:53 WIB
Indosat Ooredo kembali melahirkan anak muda berbakat dalam bidang aplikasi mobile melalui ajang IWIC 2016 (Foto: Andina Librianty / Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Indosat Ooredo kembali melahirkan anak muda berbakat dalam bidang aplikasi mobile melalui ajang Indosat Oordeo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Sebanyak 34 peserta menjadi juara IWIC 10 dari total 3.592 proposal yang diterima dalam bentuk ide atau aplikasi.

IWIC 10 terdiri dari 12 kategori yaitu Kids - Idea, Kids - Apps, Teens - Idea, Teens - Apps, University Student & Public - Idea, University Student & Public - Apps, Developers - Mobile Web, Developers - Apps, Special Category - Youth With Disabilities - Idea, Special Category - Youth With Disabilities - Apps, Special Category - Women & Girls - Idea, Special Category - Women & Girls - Apps.

Total ada 34 juara, dengan tiga pemenang untuk setiap kategori, kecuali Special Category - Youth With Disabilities - Apps. 

Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli berharap, IWIC bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan karya anak muda yang sarat dengan digital.

 Karya tersebut bisa berupa aplikasi, yang saat ini dinilai bisa menjadi solusi dari beragam kebutuhan masyarakat.

"Saat ini device sudah sangat banyak digunakan, jadi kita harus mengembangkan aplikasi, terutama aplikasi lokal. Karena yang lebih tahu apa yang kita (masyarakat Indonesia) butuhkan, sebenarnya ya kita sendiri," kata Alex, Rabu (2/11/2016) di kantor Indosat Ooredoo, Jakarta.

IWIC 10 digelar sejak April 2016, dengan jumlah proposal yang masuk meningkat dari tahun sebelumnya. IWIC menerima 3.173 proposal pada tahun lalu, naik dari dua tahun lalu yaitu 1.738 pada 2014 dan 667 pada 2013. Total, proposal ide yang diterima selama 10 tahun terakhir mencapai 10.703.

Para peserta IWIC 10 menjalani beragam kegiatan, di antaranya roadshow kampus dan komunitas developer, Kids Hackathon, Developer Hackathon sertaDeveloper Challenge dan Enterpreneurship Bootcamp selama dua hari. Selain dari Indonesia, IWIC 10 juga diikuti oleh peserta dari sejumlah negara, seperti Jepang, Filipina, dan Myanmar.

Keterlibatan peserta asing, kata Alex, secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi para developer Indonesia untuk bersaing dengan developer global.

"Kami berharap hal ini dapat meningkatkan daya saing talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat global. Ini merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di pentas global, sekaligus menciptakan aplikasi berkualitas untuk Indonesia," pungkas Alex.

(Din/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya