Penjelasan Emtek soal Kemitraan Jangka Panjang dengan BlackBerry

CEO KMK Online Adi Sariaatmadja menuturkan ada kesimpangsiuran informasi mengenai perjanjian antara Emtek dengan BlackBerry.

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 14 Okt 2016, 13:49 WIB
Kemitraan BlackBerry dengan Emtek Group

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa bulan terakhir, sempat beredar berita simpang siur mengenai kemitraan Emtek dan BlackBerry. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kerja sama yang dilakukan Emtek dan kepemilikan BlackBerry Messenger (BBM) saat ini.

Menanggapi hal tersebut, CEO KMK Online Adi Sariaatmadja mengungkap ada kesimpangsiuran informasi mengenai perjanjian antara Emtek dan BlackBerry. Banyak laporan yang menyebutkan hubungan kerja sama senilai US$ 207,5 juta ini memiliki jangka waktu enam tahun

"Hal tersebut memberi kesan seolah-olah kemitraan ini akan berakhir setelah enam tahun, dan itu tidaklah tepat. Saya ingin menegaskan bahwa Emtek dan BlackBerry telah menandatangani perjanjian kerja sama jangka panjang," ujar Adi dalam keterangan resmi yang diterima tim Tekno Liputan6.com, Jumat (14/10/2016).

Menurutnya, Emtek dan BlackBerry melihat kerja sama ini sebagai kesempatan besar untuk menumbuhkan bisnis konsumen BBM, tak hanya di Indonesia, tapi juga secara global. Karena itu, Emtek sangat tertarik berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan yang diperlukan untuk menyajikan lebih banyak konten dan layanan untuk BBM.

Hasil kerja sama dua perusahaan itu menghasilkan layanan baru, yakni top-up pulsa tanpa dikenakan biaya tambahan dan beberapa fitur layanan pembayaran melalui BBM Checkout. Di samping itu, keduanya juga menjalin kemitraan dengan NEOWIZ GAMES Corp. untuk menyediakan BBM Game Center terbaru.

"Kami telah membentuk sebuah perusahaan baru sebagai anak usaha KMK Online, unit konten digital milik Emtek, untuk mengoperasikan BBM," ujarnya. 

Langkah itu dimulai dengan mendirikan sebuah kantor di Toronto, Kanada, agar perusahaan dapat bekerja sama secara intensif dengan BlackBerry.

Ada pula tim di Waterloo, Mississauga, dan Otawa di Kanada, serta Singapura, Jakarta, Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan. Perekrutan ini dilakukan untuk meningkatkan BBM lebih cepat sekaligus komitmen jangka panjang dari kedua perusahaan.

Adi membenarkan Emtek telah memiliki lisensi untuk perangkat lunak BBM beserta hak milik intelektualnya (IP). Nantinya, platform tersebut akan dioperasikan secara global dan mengembangkannya untuk pasar konsumen Indonesia.

BlackBerry juga akan terus mengembangkan platform tersebut untuk dunia usaha melalui BBM Protected. Hal itu dilakukan karena banyak bisnis skala kecil di Indonesia memanfaatkan BBM untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka.

BBM sangat populer di Indonesia dan karenanya Emtek dan BlackBerry memiliki peluang untuk mengembangkannya sebagai mobile platform yang akan memberdayakan eCommerce dan bisnis lain.

Aplikasi ini juga lebih berguna bagi merchant offline, seperti restoran dan rumah sakit, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur proses pendaftaran pasien, pemesanan tempat (reservasi), melakukan pembayaran dan banyak lagi. Hal itu menjadikan BBM sebagai pusat dunia mobile sangat lah masuk akal. 

Visi yang diusung Emtek dan BlackBerry adalah untuk membuat para pengguna saling terhubung, baik dengan sesama pengguna maupun dengan merchant, dan juga untuk mengombinasikan gudang data dan pada saat yang sama meningkatkan kemampuan kecerdasan artifisial (AI) untuk menyediakan konten BBM bagi pengguna dengan lebih baik lagi.

"Ini semua berkaitan dengan bagaimana menciptakan sebuah ekosistem mobile yang mumpuni. Namun, tentunya hal tersebut tidak dapat terwujud dalam satu malam, karena itulah kami berkomitmen untuk menjalin kemitraan jangka panjang," tutup Adi.

(Dam/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya