Seorang Wanita Pamer Ketiak Berbulu di Medsos, Ini yang Terjadi

Seorang wanita percaya diri dengan foto di media sosial yang menampilkan ketiaknya yang berbulu, namun bagaimana reaksi netizen?

oleh Annabella Siahaan diperbarui 08 Sep 2016, 15:00 WIB
Seorang wanita percaya diri dengan foto di media sosial yang menampilkan ketiaknya yang berbulu, namun bagaimana reaksi netizen? Foto: Marieclaire.co.uk.

Liputan6.com, Jakarta Fakta tentang bulu ketiak adalah, setiap orang memilikinya baik pria maupun wanita. Bulu ketiak tumbuh begitu cepat, setelah dua atau tiga hari tanpa bercukur, Anda dapat terkejut dengan kondisi ketiak Anda yang berbulu lebat.

Namun, bulu ketiak tidak berbahaya, seperti yang dilansir dari Marieclaire.co.uk pada Kamis (8/9/2016). Aromanya tidak lebih baik atau lebih buruk daripada kulit ketiak itu sendiri, dan tidak akan tersangkut pada ritsleting atau bagian rumah manapun. Bulu ketiak tidak tajam dan tidak menyakitkan. Menghilangkannya pun dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, 4 tarikan alat cukur atau satu kali tarikan dengan wax sudah cukup. Namun itu semua adalah pilihan para wanita.

Mewarnai kuku senada dengan langit biru atau membentuk alis adalah pilihan-pilihan yang bebas dibuat wanita tanpa harus dihakimi. Namun baru-baru ini sebuah foto yang menampilkan seorang wanita dengan ketiak berbulu menjadi viral di dunia maya dengan berbagai komentar pedas, bahkan menyakitkan, menimbulkan pertanyaan. Apa bedanya ketiak yang berbulu dengan kuku yang berwarna biru muda atau alis yang dibentuk sedemikian rupa?

Seorang mahasiswi asal Belgia bernama Laura DeFalle mengunggah foto dirinya di Facebook, dengan ketiak yang tak dicukur. Komentar yang masuk tak kurang dari 7000, dan bukan komentar yang menyenangkan. Ribuan orang mengatakan hal-hal menyakitkan seperti 'foto ini membuat saya muntah 146 kali', menyebut Laura serupa dengan seekor babi, dan mengirimkan tautan tentang alat cukur. Untungnya, sebuah grup feminis memberikan dukungan kepada Laura DeFalle dan mulai menjawab komentar-komentar tersebut.

"Saya adalah wanita yang bebas melakukan apa pun dengan tubuh saya. Konsekuensi yang saya terima adalah saya dipermalukan, dilecehkan, dihina bahkan diancam," Laura DeFalle katakan lewat akun media sosialnya. "Saya sering mendengar bahwa Belgia dan Prancis tidak memerlukan feminisme, bahwa wanita memiliki kebebasan dan hak yang cukup. Namun semua kekerasan verbal yang saya terima menunjukkan bahwa itu tidak benar."

Menurut Laura DeFalle, ia mengunggah foto tersebut untuk menunjukkan bahwa setiap wanita cantik dan tidak harus mengikuti standar kecantikan tradisional. Harus diakui, meskipun pesan yang disampaikan oleh Laura cukup kuat, sesungguhnya wanita tidak harus membela pilihan yang ia buat untuk tubuhnya. Ketiak adalah ketiak, dan bulu atau rambut dari bagian tubuh adalah hak sang pemilik tubuh itu sendiri. Selama satu dekade terakhir, kontroversi tentang bulu atau rambut di tubuh sering terjadi. Seorang gadis bernama Petra Collins dilarang di Instagram karena mengunggah foto seorang gadis yang hanya mengenakan celana dalam, dan memperlihatkan rambut kemaluan. Unggahan foto Madonna di Instagram juga menjadi sensasi, bahkan ada sebuah kompetisi 'bulu ketiak'. Ada pula Yasmin Gasimova, yang memilih untuk berhenti mencukur bulu atau rambut apa pun di tubuhnya, dan menerima begitu banyak kekerasan verbal di dunia maya.

Melihat apa yang terjadi pada Laura DeFalle baru-baru ini, sepertinya bulu ketiak yang diperlihatkan di depan publik akan terus menerima kecaman oleh banyak wanita di seluruh dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya