Gempa 7,1 SR Guncang Selandia Baru, Warga Jauhi Pantai

Gempa bumi tersebut menimbulkan tsunami, tapi itu tidak berdampak nyata.

oleh Anri Syaiful diperbarui 02 Sep 2016, 04:29 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Wellington - Gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter mengguncang lepas pantai Selandia Baru pada Jumat pagi sekitar pukul 04.37 waktu setempat. Komunitas kecil warga di pantai timur Selandia Baru di North Island, telah diminta mengungsi sesaat setelah gempa terjadi.

Seperti dilansir BBC, Jumat (2/9/2016), Otoritas Pertahanan Sipil Selandia Baru sempat meminta penduduk sekitar Teluk Tolaga untuk meninggalkan rumah mereka. Gempa berpusat di bawah laut atau sekitar 167 kilometer dari Gisborne, kota terdekat berpenduduk sekitar 45 ribu jiwa.

"Penduduk di beberapa daerah pesisir diminta pergi ke tempat yang lebih tinggi. Gempa tersebut menyebabkan tsunami, tapi itu tidak berdampak nyata," ucap seorang pekerja darurat kepada Radio Selandia Baru.

Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii melalui akun di Twitter menginformasi ketinggian tsunami hanya sekitar 21 centimeter.

Adapun warga di North Island, Selandia Baru mengungkapkan, mereka getaran gempa. Namun, sejauh ini, belum ada laporan kerusakan yang serius.

Pada 2011, Kota Christchurch di South Island, hancur oleh gempa berkekuatan 6,3 SR yang menewaskan 185 orang tewas. Setiap tahun lebih dari 15 ribu gempa bumi dicatat di Selandia Baru. Namun, hanya sekitar 150 gempa yang cukup besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya