Liputan6.com, Jakarta - Bonus melimpah menanti atlet-atlet Indonesia yang berhasil merebut medali di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga menyiapkan dana pensiun yang tidak sedikit untuk menjamin masa depan para atlet setelah keluar dari era kejayaan mereka.
Satu keping medali emas Olimpiade Rio dihargai Rp 5 miliar. Sementara perak dihargai sebesar Rp 2 miliar dan medali perunggu diganjar bonus sebesar Rp 1 miliar. Angka ini lebih tinggi dibanding bonus yang diberikan pemerintah Indonesia kepada atlet yang berlaga di Olimpiade-Olimpiade yang diikuti Indonesia sebelumnya.
Advertisement
Selain bonus, pemerintah juga memastikan program pemberian tunjangan hari tua kepada atlet yang meraih medali di Olimpiade maupun Paralimpiade. Bagi atlet yang sukes meraih emas, tunjangannya mencapai Rp 27 juta per bulan. Sedangkan bagi peraih medali perak Rp 15 juta per bulan dan peraih perunggu mendapat Rp 10 juta per bulan. Ini juga berlaku bagi paralympian, atlet yang turun di Olimpiade khusus penyandang disabilitas.
Sejauh ini, pemerintah sudah "berutang" sebesar Rp 4 miliar bagi atlet Indonesia yang tampil di Olimpiade Rio. Itu setelah dua lifter kebanggaan Indonesia, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan, berhasil merebut perak di nomor yang mereka ikuti. Sayang, langkah mereka tidak diikuti dua lifter lainnya, Triyatno dan I Ketut Ariyana.
Angka ini bukan hanya meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya. Nominal bonus yang dijanjikan pemerintah Indonesia bagi atlet di Olimpade Rio tergolong tertinggi di antara peserta-peserta lainnya. Bahkan menurut data yang dilansir Moneyunder30, angkanya jauh lebih tinggi dibanding Amerika Serikat.