Olimpiade Rio: Bonus Atlet Indonesia Lebih Tinggi dari AS?

Sejauh ini, pemerintah Indonesia telah 'berutang' Rp 4 miliar bagi atlet yang berhasil merebut perak di nomor angkat besi.

oleh Luthfie Febrianto diperbarui 10 Agu 2016, 16:10 WIB
Pembuatan medali emas tersebut berlangsung dalam beberapa tahap. Mulai dari pencetakan hingga pemotongan logam (ftw.usatoday.com).

Liputan6.com, Jakarta - Bonus melimpah menanti atlet-atlet Indonesia yang berhasil merebut medali di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga menyiapkan dana pensiun yang tidak sedikit untuk menjamin masa depan para atlet setelah keluar dari era kejayaan mereka.

Satu keping medali emas Olimpiade Rio dihargai Rp 5 miliar. Sementara perak dihargai sebesar Rp 2 miliar dan medali perunggu diganjar bonus sebesar Rp 1 miliar.  Angka ini lebih tinggi dibanding bonus yang diberikan pemerintah Indonesia kepada atlet yang berlaga di Olimpiade-Olimpiade yang diikuti Indonesia sebelumnya. 

Selain bonus, pemerintah juga memastikan program pemberian tunjangan hari tua kepada atlet yang meraih medali di Olimpiade maupun Paralimpiade. Bagi atlet yang sukes meraih emas, tunjangannya mencapai Rp 27 juta per bulan. Sedangkan bagi peraih medali perak Rp 15 juta per bulan dan peraih perunggu mendapat Rp 10 juta per bulan. Ini juga berlaku bagi paralympian, atlet yang turun di Olimpiade khusus penyandang disabilitas.

Sejauh ini, pemerintah sudah "berutang" sebesar Rp 4 miliar bagi atlet Indonesia yang tampil di Olimpiade Rio. Itu setelah dua lifter kebanggaan Indonesia, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan, berhasil merebut perak di nomor yang mereka ikuti. Sayang, langkah mereka tidak diikuti dua lifter lainnya, Triyatno dan I Ketut Ariyana. 

Sri Wahyuni usai mendapatkan medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016.

Angka ini bukan hanya meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya. Nominal bonus yang dijanjikan pemerintah Indonesia bagi atlet di Olimpade Rio tergolong tertinggi di antara peserta-peserta lainnya. Bahkan menurut data yang dilansir Moneyunder30, angkanya jauh lebih tinggi dibanding Amerika Serikat. 

Perenang Amerika Serikat, Michael Phelps telah mendulang 21 emas Olimpiade sepanjag kariernya.

Negara adidaya yang menjadi juara umum Olimpiade London 2012 hanya menjanjikan bonus sebesar 25 ribu USD atau setara Rp 328,9 juta bagi atlet-atlet yang meraih emas. Sementara peraih medali perak diganjar bonus 15 ribu USD atau Rp 197,3 juta dan untuk perunggu sebesar US$ 10 ribu atau Rp 131,5 juta. 

Bonus yang disediakan Rusia juga masih kalah dari Indonesia. Atlet-atlet Beruang Merah yang meraih emas di pesta olahraga multicabang empat tahunan itu hanya kebagian bonus 61 ribu USD atau Rp 802,6 juta.

Sementara itu, Singapura yang paling jor-joran dalam memberikan bonus bagi atletnya. Negeri Singa menjanjikan 741 ribu USD bagi peraih emas, 371 ribu USD untuk perak, dan 185 ribu USD bagi perunggu. 

Berikut daftar bonus 12 negara yang tampil Olimpiade 2016:

                     Emas      Perak     Perunggu

Singapura       741 ribu  371 ribu 185 ribu
Indonesia       381 ribu 152 ribu   76 ribu
Kazakhstan    250 ribu 150 ribu   75 ribu
Azerbaijan      248 ribu 124 ribu   62 ribu
Italia              166 ribu   83 ribu   55 ribu
Hungaria        125 ribu    89 ribu   71 ribu
Rusia              61 ribu    38 ribu   26 ribu
Prancis           55 ribu    22 ribu    14 ribu
Afrika Selatan 30 ribu    15 ribu    10 ribu
AS                  25 ribu    15 ribu    10 ribu
Jerman           22 ribu    17 ribu    11 ribu
Kanada           15 ribu    11 ribu      8 ribu

* Semua angka dalam mata uang US$

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya