Penumpang Lion Air Sempat Blokir Eskalator di Terminal 1A Soetta

Saat ini sudah ada 3 pesawat Lion Air yang diberangkatkan, sehingga penumpang yang menumpuk sudah berangsur normal.

oleh Nila Chrisna Yulika diperbarui 01 Agu 2016, 07:57 WIB
Calon penumpang berkumpul di depan customer service Lion Air Terminal 1 Bandara Soetta, Minggu (31/7/2016) malam. (@yansBasae)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian penumpang maskapai Lion Air masih terlantar di Bandara Soekarno-Hatta hingga pagi ini. Setelah menunggu sejak semalam tanpa kejelasan, mereka pun emosi dan sempat memblokir eskalator penghubung terminal 1A menuju gate boarding room.

"Tidak ada kerusuhan, sempat ada (pemblokiran), jadi mereka memang meminta kejelasan dari Lion Air kapan mereka berangkat," kata Humas PT Angkasa Pura II Haerul Anwar ketika dihubungi Liputan6.com, Senin (1/8/2016).

Menurut Haerul, saat ini sudah ada 3 pesawat Lion Air yang diberangkatkan sehingga penumpang yang menumpuk sudah berangsur normal.

"Tinggal dua yang belum, saya lupa jurusan mana saja yang sudah berangkat. Tapi saat ini kondisi sudah berangsur normal," kata dia.

Haerul menegaskan, tidak ada penerbangan maskapai lain yang terganggu karena penundaan penerbangan Lion Air ini.

"Secara keseluruhan penerbangan normal, tidak ada yang terganggu," lanjut dia.

Penundaan penerbangan atau delay Lion Air sejak semalam antara lain terjadi untuk pesawat JT630 jurusan Bengkulu, JT592 dan JT590 jurusan Surabaya, dan JT650 tujuan Lombok.

Penumpang Lion Air JT650 yang menuju Lombok dikabarkan sempat naik ke pesawat sebelum akhirnya diminta turun kembali tanpa alasan yang jelas.

Penerbangan tujuan Bengkulu harusnya berangkat pukul 16.30 WIB kemarin. Sementara kedua pesawat tujuan Surabaya harusnya berangkat pukul 18.20 WIB dan 20.00 WIB Minggu malam. Sedangkan penerbangan menuju Lombok seharusnya terbang pukul 19.30 WIB pada Minggu 31 Juli 2016. Namun, hingga Senin (1/8/2016) pagi pesawat belum juga diberangkatkan.

Lion Air sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait tertundanya sejumlah penerbangan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya