VIDEO: Warga Bukit Duri Tolak Relokasi Jika Tidak Ada Ganti Rugi

Sebanyak 1.300 rumah warga di pinggir Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan akan segera digusur untuk melanjutkan proyek normalisasi kali.

oleh Liputan6 diperbarui 13 Jul 2016, 13:57 WIB
Sebanyak 1.300 rumah warga di pinggir Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan akan segera digusur untuk melanjutkan proyek normalisasi kali.

Liputan6.com, Jakarta - Meski ada gugatan dari warga, penggusuran warga Bukit Duri tetap akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjamin banjir kiriman dari Bogor tidak akan terjadi lagi bila normalisasi kali sudah selesai. 

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (13/7/2016), rencananya sebanyak 1.300 rumah warga di pinggir Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan akan segera digusur untuk melanjutkan proyek normalisasi kali.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah menggusur pemukiman warga Kampung Pulo yang ada di seberang Bukit Duri.

Terkait rencana Pemprov DKI ini, warga mengaku menolak relokasi bila tanpa ganti rugi.

"Kalau memang bisa ganti rugi, mereka bisa pulang kampung, ya pulang kampung. Kalau dialokasikan ke Rawa Bebek, ya silakan aja, saya kembalikan lagi ke warga. Tetapi di sini warga banyak yang menolak," kata Jack, perwakilan warga Bukit Duri.

Warga nantinya akan dipindahkan ke Rusunawa Rawa Bebek, Jakarta Timur. Pembangunan rusun ditargetkan akan selesai selambat-lambatnya satu bulan ke depan.

Gugatan yang dilayangkan warga Bukit Duri menurut Gubernur Ahok tidak akan mempengaruhi rencana relokasi warga.

"Ya terpaksalah, orang mau kerja gini. Kalau mereka menolak, saya mau gugat mereka sekarang. Mereka melakukan reklamasi, merusak lingkungan. Saya punya bukti kok. Sungainya direklamasi, dipasangin tanah dulu," tutur Ahok.

Ahok bahkan menjamin, normalisasi aliran Kali Ciiwung membuat banjir kiriman dari Bogor tidak akan terjadi lagi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya