Jemaat Gereja di Purwakarta Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Paket takjil yang dibagikan jemaat gereja berupa paket kolak dan minuman segar dan disebar ke sejumlah pengendara yang melintas.

oleh Abramena diperbarui 26 Jun 2016, 07:45 WIB
Tradisi tukaran takjil jelang berbuka puasa di Palembang. (Liputan6.com/Nefri Inge)

Liputan6.com, Purwakarta - Jemaat Gereja Kristen Pasundan (GKP) Purwakarta, Jawa Barat, menggelar buka puasa bersama dan membagi-bagikan takjil gratis dengan mengambil lokasi di Taman Pembaharuan, Jalan Baru Veteran terusan Ibrahim Singadilaga, Purwakarta.

Paket takjil yang dibagikan jemaat gereja berupa paket kolak dan minuman segar dan disebar ke sejumlah pengendara yang melintas. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah anak yatim dari Yayasan Pagelaran yang turut membagi-bagikan takjil.

Adapun buka puasa dan pembagian santunan sebagai agenda penutup digelar di bawah patung Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang terdapat di taman itu. Kepala Gereja Kristen Pasundan Purwakarta Pdt Adama Sihite mengaku bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara buka puasa itu.

"Bagi kami, kesempatan yang diberikan adalah kesempatan berbagi kasih dengan saudara-saudara sekalian. Momen ini kiranya mempererat ikatan persaudaraan di antara kita yang saling menghormati dan menghargai keberagaman," kata Adama, Sabtu (25/6/2016).

Momen kerja sama lintas agama ini terasa spesial karena digelar di bawah patung Gusd Dur yang selama ini dikenal sebagai Bapak Pluralisme dan dikenal sangat toleran.

"Acara yang berlangsung di bawah patung Gus Dur Bapak Pluralisme Indonesia kiranya bermakna kuat akan ikatan persaudaraan kita dalam keberagaman yang ada. Salam persaudaraan dan pluralisme," ujar Adama.

Ketua Panitia Acara Adi Kurniawan Tarigan mengatakan, substansi acara ini digelar untuk menyebarkan kisah-kisah inspirasi soal kerja sama lintas komunitas agama di momen Ramadan, khususnya di Purwakarta.

"Kerja sama lintas komunitas ini perlu agar Indonesia tetap kokoh, sebagaimana prinsip gotong royong yang lama didengungkan oleh para pendiri bangsa," ujar Adi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya