Terhalang Batu, Evakuasi Longsor Kebumen Gunakan Cairan Kimia

Upaya pencarian korban longsor Kebumen dan Purworejo belum menemukan korban.

oleh Edhie Prayitno Ige diperbarui 22 Jun 2016, 14:15 WIB
Upaya pencarian korban longsor Kebumen dan Purworejo belum menemukan korban.

Liputan6.com, Purworejo - Upaya pencarian dilakukan di lokasi bencana longsor Kebumen sejak Rabu (22/6/2016) pagi ini. Kahumas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zulhalwary Agustianto mengungkapkan upaya pencarian korban longsor Kebumen dipindah dengan fokus letak di bagian atas.

"Di Kebumen masih ada korban San Rustin(55), Martiyem(50) dan Sari(30). Pencarian fokus di sektor atas," kata Zulhalwary.

Hingga kini, upaya tersebut belum berhasil menemukan korban. Fandi, salah satu anggota tim SAR menyebutkan pencarian korban longsor Kebumen sering terkendala adanya batu-batu besar. Hal ini cukup merepotkan karena butuh waktu lebih banyak.

"Akhirnya kami lakukan peledakan batu dengan manual. Kami buat lubang dengan linggis kemudian dimasukkan cairan sejenis asam sulfat," kata Fandi.

Peledakan dengan asam sulfat itu harus dilakukan karena alat berat tidak dapat masuk lokasi dan membantu penggalian.

Longsor Purworejo

Tim SAR melanjutkan proses evakuasi dan pencarian korban longsor Purworejo. Tim SAR masih fokus mencari korban di Caok yang diperkirakan berjumlah empat orang. Masing-masing adalah Slamet, Sulaiman, Sarif dan Sarifah.

"Di Caok empat orang dan di Donorati tiga orang yang belum ketemu. Di Donorati korban atas nama Jumadi, Saman dan Jemikin  (Takim)," kata Zulhalwary, Rabu (22/6/2016).

Sementara itu, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono menyebutkan total korban tewas akibat longsor Purworejo mencapai 37 orang. Kesulitan utama yang dihadapi tim adalah pendataan.

Sejumlah korban adalah warga yang kebetulan melintas dan tertimpa longsor pada saat kejadian. Hal itu membuat jumlah korban belum bisa diputuskan secara pasti oleh tim pada saat pendataan awal.

Pencarian di Desa Caok sesungguhnya tinggal mencari warga yang bukan berasal dari desa tersebut, berbeda dengan yang di Donorati.

"Warga Caok sudah ditemukan semua. Kalaupun ada tambahan, kemungkinan warga yang sedang bertamu," kata Agus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya