Pemberlakuan Pasar Bebas Positif untuk Hunian Pekerja

Pelaksanaan MEA membuka peluang pasar sewa bagi investor pemilik unit apartemen.

oleh Muhammad Rinaldi diperbarui 20 Jun 2016, 15:43 WIB
Sejumlah maket perumahan saat pameran Indonesia Properti Expo 2016 di Senayan, Jakarta, Rabu (17/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemberlakuan pasar bebas yang dimulai dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi peluang besar bagi bisnis properti terutama investor, karena arus pasar bebas akan membawa banyak pekerja asing (ekspatriat) masuk ke Indonesia.

Kondisi itu tidak dapat dibendung, sehingga membuka peluang pasar sewa bagi investor pemilik unit apartemen.

Direktur Utama PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) Bogi Aditya menyampaikan hal itu seperti ditulis Liputan6.com, Senin (20/6/2016).

Dia menambahkan pekerja asing cenderung akan memilih tinggal di apartemen yang dapat mendukung produktivitas mereka dalam bekerja.

Apalagi regulasi di Indonesia belum terlalu jelas mengatur kepemilikan properti buat orang asing. Oleh karena itu, proyek apartemen dengan lokasi strategis di dekat tempat kerja bakal menjadi pilihan utama pekerja asing.

"Beberapa laporan lembaga internasional termasuk Majalah The Economist menyebutkan Indonesia akan menjadi negara terbaik kedua untuk investasi, dan konsekuensinya akan diikuti dengan masuknya pekerja-pekerja asing," ungkap Bogi.

Bagi investor lokal, kata dia, kesempatan ini merupakan peluang untuk mulai membeli apartemen dan kemudian disewakan kepada ekspatriat.

Kopelland sendiri dikenal sebagai pengembang yang membangun hunian-hunian menyasar segmen pekerja. Salah satunya proyek Kota Swarnabumi Cikunir di Jatiasih, Kota Bekasi. Dikembangkan di atas lahan seluas 2,8 hektare, proyek tersebut akan terdiri dari enam tower apartemen.

Bogi menuturkan, Kota Swarnabumi Cikunir akan menjadi salah satu apartemen yang diminati pekerja asing. Hal itu didasarkan beberapa alasan. Pertama dari sisi lokasi berada di sisi pintu tol Jatiasih, sehingga dari sisi aksesibilitas cukup baik.

Selain itu kawasan ini didukung moda transportasi massa seperti LRT dan commuter line. Kopelland juga sedang menjajaki kerja sama untuk menyediakan feeder busway dari lokasi proyek ke stasiun transportasi umum terdekat.

Kedua, proyek ini menyediakan working space yang  dibutuhkan pekerja. Sehingga setelah usai bekerja, mereka dapat bertemu klien atau melanjutkan pekerjaan di rumah. Kawasan ini didukung fasilitas internet dan ruang pertemuan. Bagi pekerja yang tidak sempat memasak, disediakan food court dengan harga terjangkau, termasuk tempat penitipan anak.

"Kami ingin penghuni merasa aman dan nyaman selama bekerja maupun selama mereka sedang berada di lokasi Swarnabumi Cikunir ini," kata Bogi.

Mulai Konstruksi

Kopelland melakukan  open sales Kota Swarnabumi Cikunir untuk sejak sepekan lalu untuk memberikan informasi jelas kepada konsumen mengenai  progress penjualan dan pembangunan proyek tersebut.

Sales & Marketing Manager Kopelland, Reza Atmadja mengungkapkan bagi  investor ataupun pekerja yang ingin memiliki apartemen, baik untuk disewakan atau dihuni selama Juni 2016 diberikan banyak kemudahan antara lain program cash bertahan kepada pengembang tanpa bunga dan tanpa uang muka (DP) selama 60 kali, atau cicilan DP selama 36 kali sebesar Rp 2 juta per bulan. Selain itu ada harga khusus mulai Rp 200 juta per unit untuk pembelian tunai.

Kopelland di tahap awal memasarkan dan akan membangun satu tower saja. Dari total 999 unit di tower pertama, menurut Reza, sudah terjual sekitar 20 persen. Ada tiga tipe yang dipasarkan yakni studio, one bedroom dan two bedroom dengan range harga mulai Rp 290 juta hingga Rp 320 juta per unit.

Sedangkan pengerjaan konstruksi tower pertama akan dimulai Oktober 2017, sehingga ditargetkan rampung pada akhir 2018. Yang dilanjutkan pada serah terima fisik unit tower pertama pada pertengahan 2019. (Muhammad Rinaldi/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya