Jelang Kongres Partai Kim Jong-un , Pyongyang 'Berdandan'

Dua hari menjelang kongres partai 'langka' di Pyongyang, warga dan pemerintah terlihat sibuk mendekorasi negaranya.

oleh Nurul Basmalah diperbarui 05 Mei 2016, 09:06 WIB
Dua hari menjelang kongres partai 'langka' di Pyongyang, warga dan pemerintah terlihat sibuk mendekorasi negaranya (Washington Post).

Liputan6.com, Pyongyang - Setelah resmi mengumumkan akan menyelenggarakan kembali kongres partai yang kali terakhir dilaksanakan 36 tahun lalu, Pyongyang terlihat sibuk dengan semua persiapan yang harus dilakukan, mulai dari persiapan militer hingga masyarakatnya.

Dijadwalkan akan diselenggarakan pada Jumat 6 Mei 2016, dua hari menjelang kongres partai 'langka' itu, para wartawan dari berbagai belahan dunia pun mulai berdatangan.

Seorang wartawan yang berada di Pyongyang, dikutip dari Washington Post, Rabu (4/5/2016), mengunggah foto-foto persiapan semua masyarakat Pyonyang sibuk menata kota mereka, bangunan-bangunan mulai dicat kembali, jalan raya diberi penunjuk arah, dan rerumputan mulai dipangkas.  

Seorang polwan mengatur lalu lintas agar tertib di tengah (Washington Post).

"Aku sangat senang bisa ke sini lagi, walaupun masih belum pasti apakah kami dapat meliput kongres secara langsung," kata Anna Fifieild, seorang wartawan The Washington post. 

Walupun senang bisa melihat dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Anna tetap mengatakan, ia dan beberapa rekannya berada dalam pengawasan ketat petugas Pak dan Jang.  

"Pengawan di sini sangat ketat. Mereka mengikuti kami ke mana pun," kata dia. 

Wartawan wanita itu juga mengatakan, belum ada jadwal yang pasti terkait agenda kongres pada hari Jumat, berapa lama kongres berlangsung dan dapatkah mereka masuk ke dalam ruang kongres. 

2 Hari Menjelang Kongres Partai, Korut 'Merapikan' Kota

Walaupun begitu, Anna dan rekan-rekannya masih merasa beruntung karena dapat mengelilingi ruang konferensi yang besar.  

"Jaringan Wifi-nya cepat, kami bisa mengirim data dengan cepat," kata dia "Kami tidak bermimpi, kami akan benar-benar melihat 'Korut yang sebenarnya' dalam minggu ini," jelas Anna.

Dahulunya, Korea Utara adalah negara yang 'kaku', informasi yang terbatas, dan juga makanan yang tidak beragam. Namun, sejak Kim Jong-un memimpin sejak 5 tahun yang lalu, perubahan drastis gaya hidup masyarakat pun mulai terlihat.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya