Rossi Ancam Posisi Rio Haryanto di Manor Racing

Posisi Rio Haryanto sebagai pembalap Manor Racing terancam jika tidak dapat melunasi sisa pembayaran uang masuk untuk balapan F1 2016.

oleh Bogi Triyadi diperbarui 25 Apr 2016, 17:10 WIB
Rio Haryanto, pembalap Manor Racing, saat beraksi di Shanghai International Circuit. (Liputan6.com/Manor Racing)

Liputan6.com, Jakarta - Posisi Rio Haryanto sebagai pembalap Manor Racing terancam. Ia bisa dibebastugaskan sebagai pembalap pendamping Pascal Wehrlein di ajang balapan Formula 1 2016.

Baca Juga

  • Kuasai Jerez, Rossi Pede Tatap Sisa Seri 2016
  • Gabung Latihan Persija, Bepe Masih Absen Lawan Persipura
  • Mahrez, Anak Yatim Penentu Sukses Leicester

Hal itu akan terjadi jika pembalap muda Indonesia tersebut tak bisa melunasi sisa pembayaran uang masuk untuk balapan pada ajang balapan jet darat tersebut. Untuk tampil di F1 musim ini, tim asal London itu meminta Rio menyerahkan mahar sebesar 15 juta euro. Uang tersebut digunakan untuk membeli dan mengembangkan mesin Mercedes yang dipakai Manor Racing.

Hingga kini, pihak Rio baru membayar sebesar 8 juta euro. Rinciannya, 5 juta euro dari sponsor Pertamina dan 3 juta euro adalah uang keluarga Rio. Kini, Manor menagih 7 juta euro kepada pembalap berusia 23 tahun tersebut.

"Iya, Manor selalu menanyakan hal itu. Sebab, jadwal pembayaran ke Manor sudah jatuh tempo," kata ibunda Rio, Indah Pennywati kepada Liputan6.com.

Pembalap cadangan Manor Racing Alexander Rossi. (Mark Thompson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Jika tidak bisa melunasi, siapa yang akan menggantikan posisi Rio di Manor Racing? Alexander Rossi kemungkinan besar yang mengisi posisi Rio. Pembalap Amerika serikat itu merupakan pembalap cadangan Rio dan Pascal.

Tahun lalu, Rossi juga menjadi pembalap cadangan Manor. Ia tampil dalam lima seri. Tahun ini, dia sebenarnya bertekad jadi pembalap utama. Namun, pria 24 tahun itu kalah bersaing dengan Rio Haryanto dan gagal mengaspal di Formual 1 2016.

Sementara itu, Rio sudah tampil di tiga seri balapan Formula 1, yakni Australia, Bahrain, serta Shanghai. Pada seri perdana, Rio gagal finis. Sementara saat di Bahrain, Rio menyelesaikan lomba di peringkat 17 dan ke-21 pada seri berikutnya.

Kurangnya biaya akan membuat pembalap asal Solo tersebut hanya turun dalam 10 seri atau setengah dari 21 seri yang digelar musim ini. Rio hanya akan membalap pada tujuh seri balapan lagi, yakni Rusia, Spanyol, Monaco, Kanada, Azerbaijan, Austria, dan Inggris.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya