Ditutup karena Abu Bromo, Bandara di Malang Kembali Dibuka

Penutupan Bandara Malang dilakukan sejak Minggu, 10 April 2015 pada pukul 13.30 WIB.

oleh Zainul ArifinLuqman Rimadi diperbarui 11 Apr 2016, 10:30 WIB
Pemandangan Gunung Bromo saat menjelang pagi hari di lereng seruni, Kabupaten Probolinggo, Minggu, (3/4 /2016). Terjadinya erupsi lava di gunung Bromo yang masih terjadi menambah eksotik keindahan gunung ini. (Gholib)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sempat ditutup akibat imbas erupsi di kaldera Tengger, kawasan Pegunungan Bromo, Bandara Abdurrachman Saleh Malang pagi ini kembali dibuka. Kepala Biro Infokom Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan pembukaan bandara dilakukan mulai pukul 08.00 WIB, Senin (11/4/2016).

"Dengan ini diberitahukan bahwa sesuai Notam Nomor C1846/16 Bandara Abdurrachman Saleh di Malang telah dibuka kembali pada 11 April 2016 pukul 08.00 WIB," ujar Barata dalam pesan singkat yang diterima Liputan6.com.

 


Sehari kemarin, abu setinggi 600 meter keluar dari kawah Bromo dan mengarah ke barat. Khawatir membahayakan penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memutuskan menutup bandara dari kegiatan penerbangan mulai Minggu, 10 April 2016 sekitar pukul 13.30 WIB sampai pagi tadi.

Kepala UPT Bandara Abdurrachman Saleh Suharno mengatakan, imbas dari sebaran abu vulkanik Bromo menyebabkan empat jadwal penerbangan terpaksa dialihkan ke Bandara Juanda, Sidoarjo. Di antaranya dua penerbangan maskapai Sriwijaya Air, Batik Air satu penerbangan, dan Wings Air satu penerbangan.
 
"Semoga saja aktivitas vulkanik Bromo terus normal. Kami tidak ingin sering buka tutup bandara karena aktivitas vulkanik gunung itu," ujar Suharno.

Gunung Bromo kembali erupsi sejak 1 April 2016, tapi statusnya masih level II (waspada). Aktivitas vulkanik Gunung Bromo dinaikkan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) sejak 4 Desember 2015 pukul 14.00 WIB dan kembali turun ke level II (waspada) sejak 26 Februari 2016.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya