Liputan6.com, Serang: Joko Munandar dan Atut Choisiyah, terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk periode 2001/2004. Pemilihan gubernur yang berlangsung di Kota Serang ini, Senin (3/12), adalah kali pertama sejak Banten menjadi provinsi. Terpilihnya duet Joko dan Atut sekaligus menggantikan posisi Pemangku Jabatan Sementara Gubernur Hakamuddin Djamal yang telah menjabat sejak akhir tahun silam.
Dalam penghitungan suara terhadap 69 anggota DPRD Banten, duet Joko dan Atut berhasil memperoleh 37 suara. Jumlah tersebut mengalahkan pasangan Ace Suhaedi dan Mamas Cherudin yang memperoleh 23 suara. Sementara pasangan Herman Haeruman dan Ade Sudirman memperoleh lima suara. Sedangkan empat suara lainnya abstain.
Sementara itu, ratusan massa pendukung masing-masing calon gubernur dan wagub yang berkerumun di depan Kantor DPRD melakukan aksi dukungan dengan tertib. Kendati begitu, sebanyak 1.000 anggota satuan tugas Pendekar Banten diturunkan untuk mengantisipasi yang tak diinginkan. Namun, hingga pemilihan gubernur berakhir tak terjadi hal yang tak diharapkan.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Banten sempat mendesak pemerintah menghentikan proses pemilihan gubernur [baca: Warga Banten Mendesak Pemilihan Gubernur Dihentikan]. Tuntutan itu juga sekaligus merespon penolakan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno terhadap tiga pasangan bakal calon Gubernur Banten.(ORS/Edi Priyono dan Andi Azril)
Dalam penghitungan suara terhadap 69 anggota DPRD Banten, duet Joko dan Atut berhasil memperoleh 37 suara. Jumlah tersebut mengalahkan pasangan Ace Suhaedi dan Mamas Cherudin yang memperoleh 23 suara. Sementara pasangan Herman Haeruman dan Ade Sudirman memperoleh lima suara. Sedangkan empat suara lainnya abstain.
Sementara itu, ratusan massa pendukung masing-masing calon gubernur dan wagub yang berkerumun di depan Kantor DPRD melakukan aksi dukungan dengan tertib. Kendati begitu, sebanyak 1.000 anggota satuan tugas Pendekar Banten diturunkan untuk mengantisipasi yang tak diinginkan. Namun, hingga pemilihan gubernur berakhir tak terjadi hal yang tak diharapkan.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Banten sempat mendesak pemerintah menghentikan proses pemilihan gubernur [baca: Warga Banten Mendesak Pemilihan Gubernur Dihentikan]. Tuntutan itu juga sekaligus merespon penolakan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno terhadap tiga pasangan bakal calon Gubernur Banten.(ORS/Edi Priyono dan Andi Azril)