Cek Saldo Bakal Dikenai Biaya, BI Beri Usul Ini ke BCA

Bank Indonesia sedang menggalakkan Gerakan Nasional Non-Tunai, sehingga bila cek saldo dikenai biaya dapat menghambat gerakan tersebut.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 08 Mar 2016, 09:45 WIB
BCA ikut berpartisipasi di acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2015 di JCC, Jakarta, Kamis (10/9/2015). Sejumlah bank menawarkan beragam fasilitas untuk menarik pengunjung menabung di tempatnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana menerapkan biaya untuk setiap melakukan cek saldo di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pengenaan biaya dilakukan dengan batas tertentu, misalnya‎ lebih dari 10 kali pengecekan saldo setiap hari baru dikenai biaya Rp 1000.

Namun, rencana BCA tersebut kurang disetujui oleh Bank Indonesia sebagai salah satu otoritas perbankan di Indonesia. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Perbankan, Eni Panggabean, menyatakan apa yang dilakukan BCA itu justru memberatkan para nasabahnya.

"Menurut Bank Indonesia, seharusnya hal ini diatasi dengan kemampuan sistem untuk mengatasinya, bukan dengan pengenaan biaya karena akan memberatkan nasabah," kata Eni kepada Liputan6.com, Selasa (8/3/2016).

‎Eni menilai masih ada cara lain yang bisa dilakukan BCA jika ingin mengefisienkan biaya operasional perbankan. Salah satu hal yang disarankan Eni, BCA lebih baik meningkatkan sosialisasi penggunaan internet banking atau mobile banking.

Bank Indonesia tengah menggalakkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Jika pengecekan saldo itu diterapkan‎, menurut Eni apa yang dilakukan BCA bisa menghambat GNNT.

"Kalau pengenaan biaya bisa menghambat GNNT. Lebih baik sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk gunakan channel lain, yaitu internet dan mobile banking, yang lebih murah," ujar Eni.

Seperti diketahui, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tengah mengkaji rencana pungutan biaya atas setiap transaksi pengecekan saldo tabungan serta membatasi minimal penarikan uang tunai di seluruh mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA. Pengenaan biaya ini berlaku bagi nasabah yang sering bolak-balik melakukan cek saldo, sehingga menyebabkan mahalnya biaya operasional ATM.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, perusahaan akan menentukan jumlah frekuensi pengecekan saldo yang dibebaskan dari biaya. Jika melebihi jumlah yang telah ditetapkan dalam periode tertentu, maka nasabah akan dikenai biaya.

"Itu (biaya cek saldo) baru wacana. Itu pun ‎kalau melebihi suatu jumlah tertentu yang akan ditentukan kemudian. Misalnya (pengecekan saldo) sampai dengan 10 atau 20 kali gratis, selebihnya akan dikenakan biaya. Itu kalau di ATM," kata Jahja saat dihubungi Liputan6.com  (Yas/Ahm)

 

Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar Mulai Pukul 06.00 - 09.00 WIB. Klik di sini 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya