Jokowi: Peran RI Penting dalam Memastikan Kemerdekaan Palestina

Presiden Jokowi resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam di Jakarta.

oleh Adanti Pradita diperbarui 07 Mar 2016, 18:43 WIB
Ekspresi Presiden RI, Jokowi (kanan) saat berbincang dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sesaat sebelum acara foto bersama peserta KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Jakarta Convention Center, Senin (7/3). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah kepala negara dan juga menteri yang merupakan anggota dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berkumpul di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada tanggal 6-7 Maret 2016 untuk menyelesaikan isu terkait Palestina dan Al Quds Al-Sharif atau Yerusalem.

Acara pun resmi berakhir pada pukul 17.00 hari ini (7/3/2016). Dalam sesi konferensi press terakhir, Presiden Jokowi kembali menyerukan pentingnya topik Palestina dan Al Quds Al-Sharif.

"Topik Palestina sangat penting bagi Indonesia," ia menjelaskan dalam pidatonya.

Menurut Jokowi, Konferensi Tingkat Tinggi merupakan refleksi dari kompetensi Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan juga usaha lebih lanjut untuk merealisasikannya.

"Palestina adalah satu-satunya anggota dari Konferensi Asia Afrika yang belum merdeka dan karena itu saya kembali menyerukan pentingnya untuk memberikan Palestina kemerdekaan yang sudah seharusnya mereka dapatkan," kata Jokowi.

"Kemerdekaan Palestina sudah dideklarasi sejak tahun 1998. Namun, Palestina belum menjadi anggota PBB dan masalah terkait dengan Israel belum menemukan titik terang," lanjutnya.

Karena itu, Presiden Jokowi merasa Indonesia mempunyai peran penting untuk mempersatukan negara-negara Islam Anggota OKI untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Isu Palestina akan terus dijadikan topik utama pembicaraan negara-negara anggota OKI sampai langkah yang konkret dapat dilakukan guna penyelesaian isu terkait Palestina dan Al Quds Al-Sharif terselesaikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya