Ahok: Warga Kalijodo Bertahan Akan Diusir

Ahok tegas mengatakan, warga yang tetap bertahan di zona pembongkaran Kalijodo diminta untuk keluar.

oleh Muslim AR diperbarui 29 Feb 2016, 09:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram dengan harga barang di JakBook dan Edu Fair 2015 lebih mahal dari harga pasaran, Jakarta, Senin (27/7). Ahok menghimbau agar warga tidak lagi belanja dipameran tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Penertiban kawasan Kalijodo akhirnya dilakukan hari ini. Tapi masih ada warga yang memilih bertahan di rumahnya, meski alat berat sudah meratakan bangunan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak peduli dengan warga yang memilih bertahan di rumah mereka. Warga tetap harus meninggalkan Kalijodo.

"Ya kita minta keluar, dulu juga pernah kasus Pinangsia dia pakai tenda, ya kan? Musim hujan kamu coba aja mau pakai tenda di situ. Selama kita kerjain aman nanti, ya kita akan usir," tegas Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Sekelompok warga masih bertahan di Kalijodo. Sebagian besar dari mereka adalah ibu-ibu. Hanya terlihat 4 orang laki-laki dan 5 anak-anak.

Warga yang mengaku tidak tidur itu berkumpul di salah satu titik, yakni di rumah seorang tokoh Kalijodo bernama Leonard Eko Wahyu Widiatmoko.

Meski ratusan polisi melewati kediamannya yang bertempat di gang pertama jalan Kepanduan II dari arah Jalan Pangeran Tubagus Angke, Leonard yang terlihat dalam kerumunan itu tampak santai merokok dan bercengkerama dengan warga lainnya.

"Ini rumah siapa, Bu? Pagi, Ibu... Bongkar ini, periksa!" terdengar suara aparat dengan pengeras suara yang menggema di kawasan Kalijodo.

"Kita akan tetap di sini, lebih baik di sini, rumah sendiri, ini baru dibangun sebulan yang lalu," ujar Leo.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya