Begini Cara Memilih Ikan Salmon

Pastikan mendapatkan ikan salmon yang bersih, sehat, dan bukan dari peternakan ikan.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 26 Feb 2016, 18:00 WIB
Salmon | Via: theotherbigo.ca

Liputan6.com, Jakarta Mungkin kita sudah sering mendengar tentang manfaat baik mengkonsumsi ikan salmon. Ikan itu merupakan suatu sumber protein bermutu tinggi. Selain itu, ikan tersebut mengandung sejumlah vitamin dan mineral, antara lain potasium dan vitamin B-12.

Bukan hanya itu, ikan salmon juga mengandung asam lemak omega-3 yang turut andil dalam fungsi otak yang sehat, kesehatan jantung, dan persendian.

Ada berbagai cara menikmati hidangan salmon di seluruh dunia, mulai dari memanggang, mambakar, mengasapi, maupun dimakan mentah seperti pada hidangan sushi. Ikan salmon mentah sebetulnya aman kalau membeli salmon yang tepat.

Dikutip dari laman David Wolfe pada Jumat (26/2/2016), citarasa, kandungan lemak, dan kandungan gizi pada ikan salmon bergantung kepada tempat asal penangkapan ikan tersebut.

Jika menginginkan benar-benar pencinta hidangan ikan, pastikan mendapatkan ikan salmon yang bersih, sehat, dan bukan dari peternakan ikan.

Pemilihan ikan salmon yang baik dapat dilihat dari warnanya. Warna ikan salmon tangkapan liar terlihat merah menyala, karena memang seharusnya demikian.

Pemilihan daging ikan salmon dapat dilakukan melalui perbedaan warna. Warna yang lebih merah berasal dari ikan salmon tangkapan liar. (Sumber David Wolfe)

Ikan salmon ternakan berwarna lebih terang dan pucat, seperti seekor ikan sakit. Untuk diketahui, warna merah pada ikan salmon berasal dari astaxanthin, yaitu molekul berwarna merah terang yang ada pada ganggang, plankton, dan udang-udangan mungil yang menjadi makanan ikan salmon.

Molekul ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia karena merupakan anti oksidan dan anti radang. Molekul ini juga melancarkan peredaran darah dan meningkatkan produksi tenaga mitokondria.

Ikan salmon luar mendapatkan banyak molekul ini dari makanannya, sedangkan ikan salmon ternakan mendapatkan pakan yang tidak memiliki astaxanthun alamiah, sehingga para peternak salmon menambahkan bahan sintetis yang merupakan turunan dari batu bara.

Pakan yang diberikan oleh para peternak misalnya daging dan minyak ikan dengan risiko pencemaran dioksin dan merkuri.

Ada sejumlah peternak yang mencoba mengganti pakan ikan dengan protein kedelai dan jagung, serta minyak sayur. Tapi ikan salmon tidak menyantap kedelai ataupun jagung, sehingga mutu dagingnya menurun dan antibiotik ditambahkan untuk menjaga kesehatan ikan ternakan.

Pihak yang berwenang urusan makanan (FDA) dan lingkungan hidup (EPA) telah meneliti pencemaran merkuri pada ikan. Ikan salmon tangkapan liar memiliki risiko sangat rendah pencemaran merkuri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya