Jurus BUMN Kembangkan Pariwisata RI

Sinergi BUMN Pariwisata menjadi salah satu upaya strategis bagi pengembangan potensi wisata BUMN.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 12 Feb 2016, 15:35 WIB
Menteri BUMN, Rini Soemarno mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2015). Komisi VI mengingatkan Rini bahwa Indonesia adalah Negara Non Blok dan tidak condong ke blok tertentu. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Lima perusahaan dan dua anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi dalam mengembangkan industri pariwisata untuk menghadapi Masyarakat ‎Ekonomi Asean (MEA).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, MEA membuat iklim bisnis mengalami perubahan, kare‎na itu diperlukan kesiapan yang maksimal untuk menjawab segala tantangannya.

"Tak terkecuali BUMN yang juga harus senantiasa mengembangkan diri demi menciptakan nilai tambah sehingga memenuhi harapan dan tuntutan para pengguna jasa yang terus meningkat," kata Rini, saat menghadiri penandatanganan sinergi BUMN, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Rini melanjutkan, sinergi BUMN Pariwisata menjadi salah satu upaya strategis bagi pengembangan potensi wisata BUMN. Hal itu untuk meningkatkan industri kepariwisataan khususnya pengembangan perekonomian Indonesia.

"Pada 2019, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia ditargetkan mencapai 20 juta wistawan, sehingga dibutuhkan peran BUMN," ujar Rini.

Rini mengatakan, untuk menjalankan sinergi tersebut telah dibentuk Satuan Tugas, sinergi yang dijalankan berupa pengembangan portal bersama, penjualan dan pemasaran. Dengan begitu peran BUMN dalam mengembangkan sektor pariwisata menjadi kuat.

"Kesepakatan dan komitmen yangkuat harus terus dijunjung tinggi dalam pengembangan industri," tutur dia.

Perusahaan dan anak usaha yang melakukan sinergi tersebut adalah PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Hotel Indonesia Natour, PT Kereta Api Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Patra Jasa dan PT Aero Wisata.

Sinergi BUMN tersebut dikomandoi PT Hotel Indonesia Natour, BUMN tersebut bersinergi dengan PT Aero Wisata dan Patra Jasa, untuk memperkuat dan meningkatkan jaringan perhotelan. Sedangkan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko‎ juga melakukan sinergi BUMN pariwisata untuk memperkuat kerja sama di koridor Yogyakarta - Solo -Semarang. (Pew/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya