Pemprov DKI Jamin Tak Ada Genangan Sebelum Puncak Musim Hujan

Ahok sudah memetakan 57 wilayah rawan genangan di Jakarta.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 25 Jan 2016, 16:31 WIB
Kegiatan Car Free Day di Jakarta tetap ramai walau hujan mengguyur sejak semalam, Minggu (24/1/2016). Genangan air masih tersisa di jalan sekitar kawasan Car Free Day. (Liputan6.com/Helmi Affandi)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah memetakan 57 wilayah rawan genangan di Jakarta. Seluruh wilayah ini akan menjadi perhatian seluruh pejabat.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, pihaknya telah melakukan observasi di 57 titik genangan yang sudah dipetakan itu. Berbagai langkah juga sudah dilakukan begitu ditemukan penyebab genangan itu.

"Itu kan disebabkan paling banyak karena jalan yang tidak rata salah satunya. Jadi ketika hujan, dia jadi genangan. Nah ini, kita sudah lagi mendata, dan perintah gubernur tandain, Dinas Bina Marga ratain (aspalnya). Kemudian terhadap tali-tali air yang menjadi genangan, ya kita bobok," kata Teguh di Balai Kota, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Dengan berbagai upaya yang kini mulai dilakukan, mantan Camat Pulogadung itu yakin seluruh lokasi genangan yang sudah dipetakan akan hilang. Terlebih SKPD lainnya dibantu camat dan lurah termasuk PPSU.

"Enggak ada lagi itu. Saya dengan Dinas Bina Marga sudah kita data. Pak gubernur tidak lagi maunya, 'oh memang dibersihin, disatuin, karena cekungan tadi, sama PPSU' bukan itu yang dilihat Pak Gubernur, bagaimana supaya itu tidak terjadi lagi," jelas Teguh.

Saat ini, kata dia, seluruh SKPD yang terlibat dalam penaggulangan banjir tengah berpacu dengan waktu. Mengingat, puncak musim hujan diperkirakan mulai terasa pada akhir Januari hingga Februari.

"Pokoknya enggak ada lagi yang namanya genangan. Keburu kok, sekarang boleh dicek. Tim reaksi cepat kita dari mulai PPSU lurah, camat, Dinas Kebersihan, taman, bina marga, termasuk Dinas Tata Air, semuanya jalan. Dan kita minta untuk mengimbau lagi tidak buang sampah, penutupan saluran got jangan lagi," pungkas Teguh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya