Pasca-Jatuhnya Pesawat T-50i, Ini Pesan KSAU kepada Penerbang

Pesawat T-50i Golden Eagle jatuh saat Gebyar Dirgantara AAU di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta.

oleh Yanuar H diperbarui 21 Des 2015, 15:19 WIB
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna.

Liputan6.com, Yogyakarta - Insiden jatuhnya pesawat tempur T-50i Golden Eagle saat Gebyar Dirgantara Akademi Angkatan Udara di Pangkalan Udara (Lanud) Adi Sucipto, Yogyakarta, kemarin pagi, menjadi perhatian serius Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna.

Agus mengingatkan kepada para penerbang agar mengambil pelajaran berharga dari kejadian yang menimpa Letkol Penerbang Marda dan Kapten Dwi Cahyadi. KSAU tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, sehingga para penerbang diingatkan senantiasa mengutamakan keselamatan.

"Saya selalu sampaikan kepada siswa penerbang agar mempunyai jiwa airman, yang mengutamakan keselamatan jiwa," ucap KSAU Marsekal Agus saat jumpa pers di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, Senin (21/12/2015).

KSAU menjelaskan, seorang penerbang harus terus menjaga kemampuan dan disiplin. Terutama saat akrobat di udara, penerbang harus bisa memperkirakan langkah saat terbang. Sebab, salah satu detik saja akan berakibat fatal.

"Kesalahan 1,8 second saja sudah berbahaya karena terbangnya rendah, jadi (kemampuan) harus terus ditingkatkan," imbuh Agus.

Selain disiplin sebelum atraksi, menurut Agus, penerbang harus pasrah kepada Tuhan. Penerbang harus berdoa terlebih dahulu sebelum melakukan aktraksi di udara. Sebab, menjadi penerbang itu hidupnya sudah melawan kodrat.

"Manusia itu hidupnya di darat, tapi kita ini di udara. Bermain gravitasi yang tidak sesuai dengan kemampuan manusia," ujar Marsekal Agus Supriatna.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya