Akbar Faizal: Presiden Kita Orang yang Waras

Menurut dia, ada yang mencoba mempermainkan perasaan Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 15 Des 2015, 16:39 WIB
Presiden Jokowi memberi kata sambutan saat acara peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/12). Dalam kesempatan itu, hadir pegiat HAM, pemerintah daerah, serta sejumlah jajaran kabinet kerja (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang putusan kasus 'Papa Minta Saham' yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) melihat fakta di lapangan dalam memutuskan.

Jokowi juga meminta seluruh anggota MKD mendengarkan suara publik sebelum mengeluarkan putusan atas Setya. Rencananya, MKD membacakan putusan soal sidang etik politikus Golkar itu.

Terkait hal itu, Anggota MKD dari Fraksi Nasdem, Akbar Faizal, menilai permintaan Jokowi wajar.

"Presiden kita orang yang waras. Orang yang sedang dihina dalam rekaman itu," ujar Akbar di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Menurut dia, ada yang mencoba mempermainkan perasaan Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Tapi ada beberapa pihak yang sedang mempermainkan perasaan beliau, baik itu presiden dan wakil presiden," ungkap Akbar.

Meski begitu, Akbar pun meminta agar menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian publik, terkait putusan sidang MKD besok. "Silakan rakyat Indonesia menilai nanti," pungkas Akbar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya