Liputan6.com, Kabul: Pasukan Aliansi Utara mengklaim menguasai lebih dari lima provinsi di Afghanistan. Termasuk di antaranya, Kabul dan Jalalabad, wilayah kunci di Afghanistan timur. Menurut pemimpin militer Aliansi Utara untuk Kabul Younis Ganooni, mereka menguasai Kabul, Selasa (13/11) [baca:Aliansi Utara Menduduki Kabul]. Kala itu, sekitar 50-60 ribu tentara Aliansi Utara menyerang ibu kota Afghanistan. Demikian dinyatakan Ganooni, setelah menguasai Kabul.
Ganooni menyebutkan, kekuasaan Taliban di Nangarhar, Kunar, Laghman, Ghazni dan Farah juga telah berakhir. Pasukan Taliban kini mundur menuju Provinsi Kandahar. Tapi, menurut informasi yang diperoleh dari Kandahar, pasukan anti-Taliban mengklaim telah menguasai sebuah bandar udara strategis di kota di bagian Selatan Afghanistan itu. Kendati demikian, upaya membentuk pemerintahan ad-interim di Kabul ternyata tak mudah. Sebab, posisi diplomat menjadi terpencar. Soalnya, sejumlah negara tetangga Afghanistan, termasuk Amerika Serikat sejak awal telah mendesak Aliansi Utara tak menduduki Kabul. Aliansi Utara baru bisa menguasai Kabul sesudah pemerintahan baru dibentuk.
Untuk menyelesaikan perkara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menawarkan sejumlah alternatif. Di antaranya, pembentukan pemerintahan transisional dengan masa jabatan dua tahun yang anggotanya teridiri dari berbagai kelompok etnis di Afghanistan. Pemerintahan itu kemudian didukung kekuatan keamanan dari negara-negara yang ditunjuk PBB. Sejauh ini, sejumlah negara sekutu Amerika Serikat mengusulkan pasukan peace keeping yang juga melibatkan negara Islam sebagai penjaga keamanan. Sebaliknya, Aliansi Utara merencanakan pembicaraan soal pembentukan pemerintahan baru dalam waktu dekat dengan melibatkan PBB. Selain PBB, kelompok etnis di Afghanistan kecuali Taliban juga diajak bicara.
Di tempat berbeda, pemimpin Taliban Mullah Muhammad Umar menegaskan mereka tak bakal menyerah, meski Aliansi Utara telah menguasai Kabul. Menurut Umar, mereka meninggalkan Kabul agar tak kehilangan kendali untuk bersatu di bawah satu komando. Di Kabul, pasukan Aliansi Utara membunuh puluhan prajurit Taliban. Puluhan pemuda di kota itu juga menyatakan merdeka dari Taliban. Untuk itu, mereka mencukur janggut, mengenakan celana jins, dan menyetel musik Barat. Ini untuk pertama kali mereka lakukan sejak lima tahun silam.(AWD/Nlg)
Ganooni menyebutkan, kekuasaan Taliban di Nangarhar, Kunar, Laghman, Ghazni dan Farah juga telah berakhir. Pasukan Taliban kini mundur menuju Provinsi Kandahar. Tapi, menurut informasi yang diperoleh dari Kandahar, pasukan anti-Taliban mengklaim telah menguasai sebuah bandar udara strategis di kota di bagian Selatan Afghanistan itu. Kendati demikian, upaya membentuk pemerintahan ad-interim di Kabul ternyata tak mudah. Sebab, posisi diplomat menjadi terpencar. Soalnya, sejumlah negara tetangga Afghanistan, termasuk Amerika Serikat sejak awal telah mendesak Aliansi Utara tak menduduki Kabul. Aliansi Utara baru bisa menguasai Kabul sesudah pemerintahan baru dibentuk.
Untuk menyelesaikan perkara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menawarkan sejumlah alternatif. Di antaranya, pembentukan pemerintahan transisional dengan masa jabatan dua tahun yang anggotanya teridiri dari berbagai kelompok etnis di Afghanistan. Pemerintahan itu kemudian didukung kekuatan keamanan dari negara-negara yang ditunjuk PBB. Sejauh ini, sejumlah negara sekutu Amerika Serikat mengusulkan pasukan peace keeping yang juga melibatkan negara Islam sebagai penjaga keamanan. Sebaliknya, Aliansi Utara merencanakan pembicaraan soal pembentukan pemerintahan baru dalam waktu dekat dengan melibatkan PBB. Selain PBB, kelompok etnis di Afghanistan kecuali Taliban juga diajak bicara.
Di tempat berbeda, pemimpin Taliban Mullah Muhammad Umar menegaskan mereka tak bakal menyerah, meski Aliansi Utara telah menguasai Kabul. Menurut Umar, mereka meninggalkan Kabul agar tak kehilangan kendali untuk bersatu di bawah satu komando. Di Kabul, pasukan Aliansi Utara membunuh puluhan prajurit Taliban. Puluhan pemuda di kota itu juga menyatakan merdeka dari Taliban. Untuk itu, mereka mencukur janggut, mengenakan celana jins, dan menyetel musik Barat. Ini untuk pertama kali mereka lakukan sejak lima tahun silam.(AWD/Nlg)