Ketemu Presiden China, Isu Apa yang Dibahas Jokowi?

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jin Ping.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 16 Nov 2015, 09:27 WIB
Presiden Jokowi berbincang selama Wawancara khusus di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/10/2015). Wawancara berhubungan dengan Pemerintahan Jokowi-JK genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2015 nanti. (Liputan6.com/Immanuel Antonius))

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jin Ping pada Minggu, 15 November 2015, pukul 15.45 waktu setempat.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di sela-sela KTT G-20 ini, kedua pimpinan sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dan keuangan. Di samping itu, dibahas pula sejumlah isu keuangan global yang menjadi perhatian KTT G-20 kali ini.

Presiden Jokowi menyambut baik komitmen pemerintah China untuk membantu sektor keuangan Indonesia melalui pendanaan bagi perbankan Indonesia dan liquidity support.

Selain itu, Presiden Jin Ping menyampaikan kesiapan pemerintah China untuk meningkatkan Bilateral Currency  Swap Arrangement yang diberikan kepada Indonesia menjadi sekitar US$ 20 miliar.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga meminta dukungan Presiden Jin Ping agar pejabat Indonesia yang kompeten dapat masuk dalam manajemen puncak  Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) serta keinginan Indonesia untuk menempatkan kantor regional pertama AIIB di Jakarta.

Sementara itu, terkait masalah global, Presiden Jokowi menyampaikan rencana Indonesia untuk mendorong reformasi arsitektur keuangan global di G20, seperti yang telah disampaikannya pada Konferensi Asia Afrika lalu.

"Reformasi ini segera dibutuhkan untuk menciptakan keseimbangan pada sistem keuangan internasional antara negara maju dan negara berkembang," ungkap Jokowi. (Yas/Ndw)

 
 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya