Menunggu Keputusan The Fed, Bursa Asia Melemah

Indeks MSCI Asia Pasifik tergelincir 0,2 persen menjadi 135,64 pada pukul 09.01 waktu Tokyo Jepang.

oleh Arthur Gideon diperbarui 28 Okt 2015, 08:49 WIB
(Foto: Reuters)

Liputan6.com, Sydney - Saham-saham di kawasan Asia Pasifik (bursa Asia) melemah mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street. Pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu hasil rapat yang digelar oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed dan juga Bank Sentral Jepang.

Mengutip Bloomberg, Rabu (28/10/2015), Indeks MSCI Asia Pasifik tergelincir 0,2 persen menjadi 135,64 pada pukul 09.01 waktu Tokyo Jepang.

Indeks Topix Jepang menguat 0,1 persen dan Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga melemah 0,5 persen, sedangkan indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0,1 persen.

Pelaku pasar saat ini sedang menunggu keputusan yang akan diambil oleh pengampu kebijakan moneter di dua negara yaitu AS dan Jepang. Sebelumnya, Bank Sentral China telah menurunkan suku bunga acuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Sedangkan di kawasan Eropa, Pejabat Bank sentral Eropa sebelumnya juga sudah mengisyaratkan untuk kembali menggelontorkan stimulus ekonomi untuk juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Saya tidak berpikir the Fed akan mengambil risiko pengetatan kebijakan moneter di tahun ini setelah melihat beberapa langkah yang diambil oleh bank sentral lain," jelas Kepala Analis AMP Capital Investors Ltd, Sydney, Australia, Nader Naeimi.

Ia melanjutkan, investor saat ini sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Mereka memilih untuk menggemgam dana tunai dibanding menaruh di aset-aset yang cukup berisiko.

Pada perdagangan kemarin, sebagian besar bursa saham Asia juga melemah dengan sentimen yang sama yaitu pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu pertemuan The Federal Reserve. 

"Trader hanya duduk menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi. Pertemuan bank sentral AS dan bank sentral Jepang merupakan peristiwa penting yang akan menentukan apakah reli ini dapat menguat lebih tinggi lagi. Bila kita melihat The Fed mendorong kembali kenaikan suku bunga pada 2016 dan bank sentral Jepang meningkatkan stimulus maka berdampak positif untuk bursa saham," ujar Analis IG Markets Ltd Angus Nicholson. (Gdn/Zul)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya