Top 5 Bisnis: Pekerjaan Unik yang Cocok buat Orang Malas

Berikut lima artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada edisi Sabtu 24 Oktober 2015.

oleh Agustina Melani diperbarui 25 Okt 2015, 12:45 WIB
(Foto: Women Agenda)

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja kebanyakan mengharuskan seseorang untuk menerapkan kedisiplinan dan menjadi rajin. Banyak yang bilang, orang malas maka tak bisa apekerjaan. Namun siapa bilang? ada juga sejumlah pekerjaan untuk orang yang malas.

Dikutip dari the Richest, Sabtu (24/10/2015), pekerjaan-pekerjaan ini tak memberikan beban banyak, tak berisiko, tingkat stressnya rendah, namun digaji cukup lumayan. Artikel pekerjaan unik yang cocok buat orang malas menjadi artikel terpopuler di kanal bisnis pada edisi Sabtu 24 Oktober 2015. Tak hanya itu saja tetapi salah satu kapal pesiar termahal juga telah menyita perhatian pembaca.

Ingin tahu artikel berita mana saja yang paling menarik perhatian pembaca di kanal bisnis? Ini lima artikel pilihannya:

1. Pekerjaan Unik yang Cocok buat Orang Malas

Bekerja kebanyakan mengharuskan seseorang untuk menerapkan kedisiplinan dan menjadi rajin. Banyak yang bilang, orang malas maka tak bisa apekerjaan. Namun siapa bilang? ada juga sejumlah pekerjaan untuk orang yang malas.

Dikutip dari the Richest, Sabtu 24 Oktober 2015, pekerjaan-pekerjaan ini tak memberikan beban banyak, tak beresiko, tingkat stressnya rendah, namun digaji cukup lumayan.

2. Harganya Rp 13 Triliun, Inikah Kapal Pesiar Termahal?

Yacht atau kapal pesiar sekarang ini tak lagi menjadi barang yang eksklusif bagi orang kaya. Banyak model, ukuran, harga untuk alat transportasi laut ini yang sudah dikembangkan di hampir seluruh pelosok dunia: menjadikannya bukan barang yang mewah bagi mereka.Namun, yacht yang satu ini adalah yacht yang sangat mewah. Bahkan hanya orang super kaya yang mampu membelinya.

Bagaimana tidak, harganya ditaksir mencapai US$ 1 miliar, setara Rp 13,6 triliun (kurs 13.619 per dolar AS).Dikutip dari Business Insider, adalah X Forces 145 yang disebut sebgai megayacht, karena ukuran dan harganya yang sangat besar. panjang dari yacht megah ini 465 kaki, atau sepanjang 1,5 kali lapangan sepakbola. Jika malam, kapal pesiar ini bakal memancarkan sinar lampu yang cantik.

3. Pemerintah Lakukan Terobosan dalam Pengembangan Energi Panas Bumi

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali membuat terobosan untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi. Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan terobosan tersebut adalah penerbitan peraturan pemerintah (PP) yang saat ini masih dalam rancangan.

"PP ini sebagai turunan dari Undang-Undang (UU) panas bumi nomor 21 tahun 2014," kata Yunus, seperti yang dikutip dari situs resmi Ditjen EBTKE, di Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2015.

4. Ini Agenda Ekonomi Presiden Jokowi di AS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat pemerintah pada hari ini, Sabtu (24/10) malam hingga Kamis (29/10) mendatang akan berkunjung ke Amerika Serikat (AS) untuk kunjungan kenegaraan. Jokowi akan fokus membahas kerja sama ekonomi kedua negara.

5. 5 Negara yang Paling Banyak Investasi di RI

Tingginya minat investasi asing di Indonesia terus naik. China, salah satu negara yang masuk 5 besar investor asing di Indonesia berada di urutan kelima. Negara mana saja lainnya?Tiongkok untuk periode kuartal ketiga 2015 menduduki peringkat kelima dengan nilai realisasi investasi mencapai US$ 245,75 juta dengan jumlah proyek mencapai 300 proyek.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan, nilai realisasi investasi tersebut berarti kenaikan 151 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang berada di level US$ 97,5 juta.

Yunus menyebutkan, beberapa terobosan yang berbeda dari PP lama, jika selama ini untuk menunjuk pengembang panas bumi dilakukan lelang secara konvensional dengan memakan waktu lama. Dengan adanya PP baru tersebut pemerintah akan memberikan penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Layanan Umum (BLU) untuk melakukan eksplorasi wilayah kerja panas bumi (WKP). (Ahm/Igw)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya