Jurus Kemristekdikti Tingkatkan Daya Saing RI di MEA

Indonesia masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 23 Okt 2015, 13:58 WIB
Mendag Thomas Lembong (kanan) meresmikan peluncuran Mobile magic box di Kemendag, Jakarta, Senin (28/9/2015). AEC Center dibentuk untuk edukasi publik tentang perkembangan dan peluang MEA. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015. Namun, kesiapan Indonesia dalam MEA masih diragukan.

Keraguan tersebut terletak pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk bersaing dengan pekerja-pekerja dari negara Asia Tenggara lain. Menangkal keraguan itu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sudah punya cara untuk meningkatkan daya saing SDM dari Indonesia.

Cara tersebut adalah mengembangkan program transfer kredit pendidikan atau credit transfer center (Create). "Pada 2015, sebanyak 700 mahasiswa mengikuti Create dengan melakukan kredit transfer mata kuliah dalam 1 semester," ujar Direktur Pembelajaran Kemenrisetdikti, Paristianti Nur Wardani di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Jumat (23/10/2015).

"Program ini dilakukan antarperguruan tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri sesuai standar pembelajaran," sambung dia.

Dengan adanya Create, jelas Paristianti, Mahasiwa dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia bisa melakukan transfer kredit ke sejumlah Universitas di beberapa negara. Seperti sejumlah universitas di Amerika Serikat, Eropa, China, Jepang dan Korea Selatan.

Karena banyak manfaat yang bisa didapat dari program Create, ia berharap jumlah mahasiswa yang ikut program ini bisa lebih banyak lagi di masa mendatang. Bahkan ia berharap bisa mencapai jumlah ribuan orang.

"Jumlah total perguruan tinggi di Indonesia sebanyak 4.327 dengan total mahasiswa 7.014.563 orang. Dengan demikian, di tahun 2016 mendatang diharapkan jumlahnya dapat meningkat jadi 1.000 mahasiswa," ujar Paristianti.

Tidak hanya itu, Create juga diyakininya bisa meningkatkan presentasi lulusan yang langsung bekerja. Pada 2015 ini hanya sebesar 50 persen bisa meningkat jadi 60 persen di 2016. (Ger/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya