Kemarau Panjang, Warga di Sulsel Cari Mata Air di Hutan

Dari mata air tersebut, warga mengalirkan air tersebut ke desanya.

oleh Eka Hakim diperbarui 15 Okt 2015, 01:45 WIB
Warga asal Dusun Bawa dan Dusun Panjang, saat mencari mata air bersama anggota TNI dan Polri. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar - Musim kemarau panjang membuat beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan kekeringan. Bahkan, masyarakat di sebuah desa terpencil di Kabupaten Bantaeng, terpaksa harus ke hutan mencari sumber air untuk dialirkan ke desanya.

Warga mencari sumber air dengan bantuan personel Polri dari Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) dan prajurit TNI dari Badan Pembinaan Masyarakat (Babinsa) setempat.

Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, keikutsertaan anggota Babinkamtibmas dalam membantu warga yang membutuhkan merupakan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat. ‎

"Babinkamtibmas bersama Babinsa TNI membantu warga di Dusun Bawa dan Dusun Panjang, Desa Labbo, Kabupaten Bantaeng dengan memasuki hutan untuk mencari mata air untuk kemudian dialirkan ke 2 dusun yang sangat kekeringan itu," kata Frans kepada Liputan6.com, Makassar, Sulsel, Rabu (14/10/2015).

Keberadaan mata air, kata Frans, hanya ada di kampung Barray, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Sulsel. "Jarak mata air dari Dusun Bawa itu sejauh 9 kilometer."

"Jadi personel menempuh sejauh itu memasuki hutan pegunungan di Kecamatan Labbo, kemudian mengalirkan ke kedua dusun yang betul-betul kekeringan, yakni Dusun Panjang dan Dusun Bawa dengan menggunakan selang yang panjang," sambung Frans. (Rmn/Dan)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya